Buat teman-teman yang butuh RPP kelas X SMK berikut kami sampekan contohnya semoga bermanfaat.
Pada bagian ini objek akan diklasifikasi berdasarkan atas persamaan dan/atau perbedaannya. Kemudian kriteria tersebut digunakan untuk membedakan kelas, subkelas dan rincian yang lebih mendetail lagi.
Tesis:
Sebenarnya hukum di Indonesia sebagaimana yang telah diatur pada Undang-undang telah secara tegas mengatur hukuman berbagai pelaku tindak kejahatan. Namun, realitanya seringkali terjadi ketidakadilan hukum yang merugikan banyak orang. Hukum boleh saja tegas, namun menjadi tumpul di hadapan koruptor, itulah kenyataan saatini.
Argumentasi:
Bukan rahasia umum lagi bahwa para koruptor di Indonesia mendapatkan hukuman yang tingkatannya masih tergolong ringan, bahkan ada koruptor yang menerima fasilitas mewah padahal sudah merugikan bangsa. Seringkali kita menonton berita bahwa seorang maling dihajar masa hingga tewas. Namun, belum pernah ada koruptor
RENCANA
PELAKSANAAN PEMBELAJARAN
Sekolah
: SMK Islam
Nusantara Comal
Mata
Pelajaran : Bahasa Indonesia
Kelas/Semester
: X/1
Materi
Pokok : Teks Laporan Hasil
Observasi
Alokasi
Waktu : 4 JP (4 x 45 Menit )
A.
Kompetensi
Inti (KI)
|
KI 1
|
Menghayati dan mengamalkan ajaran
agama yang dianutnya
|
|
KI 2
|
Menunjukan
perilaku jujur,disiplin, tanggung jawab,peduli(gotong royong, kerja sama
toleran, damai), santun, responsif, dan pro-aktif sebagai bagian dari solusi
atas berbagai permasalahan dalam berinteraksi secara efektif dengan
lingkungan sosial dan alam serta menempatkan diri sebagai cerminan bangsa
dalam pergaulan dunia.
|
|
KI 3
|
Memahami,
menerapkan, menganalisis pengetahuan faktual, konseptual, prosedural
berdasarkan rasa ingin tahunya tentang ilmu pengetahuan,
teknologi,seni,budaya,dan humaniora dengan wawasan kemanusiaan,
kebangsaan,kenegaraan,dan peradaban terkait penyebab fenomena dan kejadian,
serta menerapkan pengetahuan prosedural pada bidang kajian yang spesifik
sesuai dengan bakat dan minatnya untuk memecahkan masalah.
|
|
KI 4
|
Mengolah,
menalar, dan menyaji dalam ranah konkret dan ranah abstrak terkait dengan
pengembangan dari yang dipelajarinya di sekolah secara mandiri, dan mandiri,
dan mampu menggunakan metoda sesuai dengan kaidah keilmuan.
|
B.
Kompetensi
Dasar dan Indikator
|
3.1
|
Mengidentifikasi
teks laporan hasil observasi dengan lisan ataupun tulis
|
3.1.1
|
Mengungkapkan
isi informasi teks laporan hasil observasi yang didengar
|
|
|
|
3.1.2
|
Mengungkapkan
fakta dari teks laporan hasil observasi yang didengar
|
|
|
|
3.1.3
|
Menyampaikan
secara lisan isi teks laporan hasil observasi yang dibaca
|
|
|
|
3.1.4
|
Menanggapi
informasi dalam teks laporan hasil observasi
|
|
4.1
|
Menginterpretasikan
isi teks laporan hasil observasi berdasarkan interpretasi baik secara lisan
ataupun tertulis
|
4.1.1
|
Menuliskan
kerangka isi teks laporan hasil observasi yang dibaca
|
|
|
|
4.1.2
|
Mempresentasikan
kerangka teks laporan hasil observasi yang telah dibuat
|
|
3.2
|
Menganalisis
isi dan aspek kebahasaan dari minimal dua teks laporan hasil observasi
|
3.2.1
|
Menyebutkan
perbedaan isi dan bagian-bagian teks laporan hasil observasi yang dibaca
|
|
|
|
3.2.2
|
Menuliskan
ciri-ciri bahasa (kalimat deklaratif, ejaan, tanda baca, pilihan kata, kohesi
dan koherensi teks laporan hasil observasi
|
|
4.2
|
Mengontruksi
teks laporan hasil observasi dengan memerhatikan isi dan aspek kebahasaan
|
4.2.1
|
Menyusun
kerangka teks laporan hasil observasi
|
|
|
|
4.2.2
|
Menyusun teks
laporan hasil observasi berdasarkan pengamatan yang dilakukan
|
|
|
|
4.2.3
|
Menyajikan
teks laporan hasil observasi yang disusun berdasarkan pengamatan dengan
memperhatikan ejaan, tanda baca yang benar.
|
C.
Tujuan
Pembelajaran
1. Siswa
dapat memahami dan mengidentifikasi berbagai variasi teks laporan hasil
observasi.
2. Siswa
dapat menginterpretasi isi berbagai jenis teks laporan hasil observasi baik
secara lisan maupun tulisan.
3. Siswa
dpat menganalisis perbedaan berbagai variasi teks laporan hasil observasi dan
dapat mengkonstruksi teks laporan hasil observasi dengan memerhatikan isi dan
aspek kebahasaan.
4. Menggunakan
kalimat santun dan efektif dalam mengkomunikasikan teks laporan hasil
observasi.
D.
Materi
Pembelajaran
|
Faktual
|
:
|
Isi laporan hasil observasi
|
|
Konseptual
|
:
|
Teks laporan
hasil observasi, ciri-ciri laporan hasil observasi, struktur laporan hasil
observasi, jenis kalimat, konjungsi
|
|
Prosedural
|
:
|
Langkah-langkah penyusunan teks
laporan hasil penelitian
|
E.
Metode
Pembelajaran
1. Diskusi
2. Tanya
jawab
3. Penugasan
F.
Media
Pembelajaran
1. Tayangan
tentang teks laporan hasil observasi
2. Contoh
teks laporan hasil observasi
3. Lap
top
4. In
focus
5. Lembar
kerja siswa
G.
Sumber
Belajar
1. Buku
Bahasa Indonesia Kelas X
2. Buku
rujukan (jenis laporan)
3. Buku
pengayaan (kaidah kebahasaan)
H.
Langkah-
langkah Pembelajaran
|
Tahap
|
Langkah-langkah
Pembelajaran
|
Alokasi Waktu
|
|
Pendahuluan
|
1.
Siswa merespon salam dan pertanyaan dari guru
berhubungan dengan kondisi dan pembelajaran sebelumnya
2.
Guru memberi informasi tentang keterkaitan
pembelajaran sebelumnya dengan pembelajaran siswa yang akan dilaksanakan.
3.
Siswa menerima informasi kompetensi, materi,
tujuan, dan langkah-langkah pembelajaran yang akan dilaksanakan.
|
10 menit
|
|
Inti
|
1.
Siswa menyaksikan tayangan contoh atau model teks
laporan hasil observasi
2.
Bersama kelompok, siswa mendiskusikan isi tayangan
laporan hasil observasi.
3.
Siswa menjawabpertanyaan guru tentang hal-hal yang
berkaitan dengan isi tayangan laporan hasil observasi.
4.
Siswa membuat peta konsep tentan penemuannya
berdasarkan tayangan yang disaksikan.
5.
Siswa mempresentasikan peta konsep yang disusunnya
dan yang lain menanggapinya.
6.
Siswa bersama-sama dengan guru menyimpulkan hasil
temuan para siswa tentang laporan hasil observasi
7.
Siswa membaca contoh teks laporan hasil observasi
8.
Siswa membuat peta konsep tentang struktur dan isi
laporan hasil observasi yang dibaca.
9.
Siswa menjelaskan peta konsep yang dibuatnya dalam
tulisan.
10.
Siswa membacakan tulisanya dan siswa lain
menanggapinya
11.
Siswa membaca dua contoh laporan hasil observasi
12.
Siswa menyebutkan penemuan perbedaan isi dari dua
teks laporan hasil observasi yang dibandingkan.
13.
Siswa menyusun kerangka laporan hasil observasi.
14.
Seiawa mnyusun laporan hsil observasi berdasarkan
pengamatan yang dilakukan di lingkungan sekolah.
15.
Siswa membacakan laporan hasil observasi, siswa
lain menanggapi.
|
160 menit
|
|
Penutup
|
1.
Siswa bersama guru menyimpulkan pembelajaran
2.
Siswa melakukan refleksi terhadap kegiatan yang
sudah dilakukan
3.
Siswa dan guru merencanakan tindak lanjut
pembelajaran untuk pertemuan selanjutnya.
|
10 menit
|
I.
Penilaian
|
Indikator Pencapaian Kompetensi
|
Teknik
Penilaian
|
Bentuk
Penilaian
|
Instrumen
|
|||
|
1.
Mengungkapkan isi informasi teks laporan hasil
observasi yang didengar.
2.
Mengungkapkan fakta dari teks laporan hasil
observasi yang didengar
3.
Menuliskan kerangka isi teks laporan hasil
observasi yang dibaca
4.
Mempresentasikan kerangka teks laporan hasil
observasi yang telah dibuat
5.
Menyusun kerangka teks laporan hasil observasi
6.
Menyusun teks laporan hasil observasi berdasarkan
pengamatan yang dilakukan
7.
Menyajikan teks laporan hasil observasi yang
disusun berdasarkan pengamatan dengan memperhatikan ejaan, tanda baca yang
benar.
|
Tes tertulis
Tes Praktik
|
Uraian
Uraian
|
Pengetahuan
1.
Jelaskan isi teks hasil observasi yang dibaca !
2.
Jelaskan struktur teks hasil observasi yang dibaca
!
3.
Jelaskan fakta teks laporan hasil observasi yang
dibaca !
4.
Susunlah kerangka teks laporan hasil observasi !
Keterampilan
1.
Susunlah kerangka teks laporan hasil observasi
berdasarkan topik yang telah kalian pilih !
2.
Susunlah sebuah teks laporan hasil observasi
berdasarkan pengamatan di lingkungan sekitar sekolah dengan memperhatikan
tata tulis (ejaan) yang benar !
3.
Presntasikanlah teks laporan hasil observasi yang
telah kalian susun !
|
|||
|
Rubrik Penilaian :
1.
Untuk Tes
Pengetahuan
|
||||||
|
No. Soal
|
Aspek yang
dinilai
|
Skor
|
||||
|
1
|
Isi teks laporan hasil observasi
sangat lengkap
|
4
|
||||
|
Isi teks laporan hasil observasi
lengkap
|
3
|
|||||
|
Isi teks laporan hasil observasi
kuranglengkap
|
2
|
|||||
|
Isi teks laporan hasil observasi tidak
lengkap
|
1
|
|||||
|
Isi teks laporan hasil observasi salah
|
0
|
|||||
|
Jumlah Skor
|
0
- 16
|
|||||
|
2
|
Struktur teks laporan hasil observasi
sangat lengkap
|
4
|
||||
|
Struktur teks laporan hasil
observasi lengkap
|
3
|
|||||
|
Struktur teks laporan hasil observasi
kurang lengkap
|
2
|
|||||
|
Struktur teks laporan hasil observasi
tidak lengkap
|
1
|
|||||
|
Struktur teks laporan hasil observasi
salah
|
0
|
|||||
|
Jumlah Skor
|
0
- 16
|
|||||
|
3
|
Fakta teks laporan hasil observasi
sangat lengkap
|
4
|
||||
|
Fakta teks laporan hasil observasi
lengkap
|
3
|
|||||
|
Fakta teks laporan hasil observasi
kurang lengkap
|
2
|
|||||
|
Fakta teks laporan hasil observasi
tidak lengkap
|
1
|
|||||
|
Fakta teks laporan hasil observasi
salah
|
0
|
|||||
|
Jumlah Skor
|
0
- 16
|
|||||
|
4
|
Kerangka teks laporan hasil observasi
sangat lengkap
|
4
|
||||
|
Kerangka teks laporan hasil observasi
lengkap
|
3
|
|||||
|
Kerangka teks laporan hasil observasi
kurang lengkap
|
2
|
|||||
|
Kerangka teks laporan hasil observasi
tidak lengkap
|
1
|
|||||
|
Kerangka teks laporan hasil observasi
salah
|
0
|
|||||
|
Jumlah Skor
|
0
– 16
|
|||||
|
Nilai Akhir Pengetahuan :
Skor perolehan
X
100
Skor Total
|
||||||
|
2.
Untuk tes
keterampilan
|
||||||
|
No. Soal
|
Aspek yang
dinilai
|
Skor
|
||||
|
1
|
Kesesuaian isi
|
0
– 5
|
||||
|
Ejaan dan tanda baca
|
0
– 5
|
|||||
|
Kalimat efektif
|
0
– 5
|
|||||
|
Kohesi dan koherensi
|
0
– 5
|
|||||
|
Jumlah Skor
|
0
– 20
|
|||||
|
2
|
Kesesuaian isi
|
0
– 5
|
||||
|
Ejaan dan tanda baca
|
0
– 5
|
|||||
|
Kalimat efektif
|
0
– 5
|
|||||
|
Kohesi dan koherensi
|
0
– 5
|
|||||
|
Jumlah Skor
|
0
– 20
|
|||||
|
3
|
Kejelasan lafal
|
0
– 5
|
||||
|
|
Ketepatan intonasi
|
0
– 5
|
||||
|
|
Artikulasi
|
0
– 5
|
||||
|
|
Volume suara
|
0
– 5
|
||||
|
Jumlah skor
|
0
– 20
|
|
||||
|
|
||||||
|
Nilai Akhir Pengetahuan :
Skor perolehan
X
100
Skor Total
|
||||||
Lampiran
Materi
Pembelajaran
Teks
Laporan hasil Observasi
Sekolah
Sekolah merupakan lingkungan baru bagi anak. Tempat
bertemunya ratusan anak dari berbagai kalangan dan latar belakang yang berbeda,
baik status sosial maupun agamanya. Di sekolah inilah anak akan terwarnai oleh
berbagai corak pendidikan, kepribadian dan kebiasaan, yang dibawa masing-masing
anak dari lingkungan dan kondisi rumah tangga yang berbeda.
Seorang pengajar adalah merupakan figur dan tokoh yang
menjadi panutan anak-anak dalam mengambil semua nilai dan pemikiran memilah
antara yang baik dengan yang buruk. Karena anak-anak memandang, guru adalah
sosok yang disanjung, didengar, dan ditiru, sehingga pengaruh guru sangat besar
terhadap kepribadian dan pemikiran anak. Oleh sebab itu, seorang pengajar harus
membekali diri dengan ilmu dîn (agama) yang Shahîh sesuai dengan pemahaman
Salafush-Shalih dan akhlak yang mulia, serta rasa sayang kepada anak didik.
McDonald mengemukakan sebagai berikut “Sekolah adalah
lingkungan yang khusus untuk mengubah tingkah laku secara menetap dalam
hubungan dengan seluruh perkembangan pribadinya sebagai masyarakat.”
Seorang pendidik sangat berpengaruh terhadap
perkembangan kepribadian seorang anak. pendidik yang memberikan pandangan hidup
yang keliru terhadap anak akan memberikan dampak atau pengaruh buruk terhadap
perkembangan kepribadian anak tersebut.
v STRUKTUR TEKS LAPORAN HASIL OBSERVASI
1.
Pernyataan Umum/Klasifikasi
Berisi
tentang informasi/pengertian mengenai sesuatu yang dibahas atau hasil
pengamatan yang telah dilakukan. Bagian ini dapat diartikan juga sebagai
pembuka karangan secara umum dengan menjelaskan penggolongan/klasifikasi
tentang objek yang hendak dilaporkan, seperti : benda, tumbuhan, lingkungan,
organisme, hewan, fenomena sosial, fenomena alam, dan lain sebagainya.
Pada bagian ini objek akan diklasifikasi berdasarkan atas persamaan dan/atau perbedaannya. Kemudian kriteria tersebut digunakan untuk membedakan kelas, subkelas dan rincian yang lebih mendetail lagi.
|
Sekolah merupakan lingkungan baru bagi anak. Tempat
bertemunya ratusan anak dari berbagai kalangan dan latar belakang yang
berbeda, baik status sosial maupun agamanya. Di sekolah inilah anak akan
terwarnai oleh berbagai corak pendidikan, kepribadian dan kebiasaan, yang
dibawa masing-masing anak dari lingkungan dan kondisi rumah tangga yang
berbeda.
|
2.
Paragraf yang terdiri dari
anggota/aspek yang dilaporkan
Pada bagian ini, berisi penjelasan secara rinci mengenai informasi
yang akan disampaikan berdasarkan hasil pengamatan. Pada bagian ini, akan
diuraikan klasifikasi atau penggolongan secara runtut dari kelas yang besar
hingga menjadi kelas yang kecil (subkelas). Misalnya penggolongan diikuti
rincian dari aspek perilaku, genetik, lingkungan, fungsi, peran, fisik, atau
kepribadiannya.
|
Seorang pengajar adalah merupakan figur dan tokoh
yang menjadi panutan anak-anak dalam mengambil semua nilai dan pemikiran
memilah antara yang baik dengan yang buruk. Karena anak-anak memandang, guru
adalah sosok yang disanjung, didengar, dan ditiru, sehingga pengaruh guru
sangat besar terhadap kepribadian dan pemikiran anak. Oleh sebab itu, seorang
pengajar harus membekali diri dengan ilmu dîn (agama) yang Shahîh sesuai
dengan pemahaman Salafush-Shalih dan akhlak yang mulia, serta rasa sayang
kepada anak didik.
|
v CIRI-CIRI TEKS LAPORAN HASIL OBSERVASI
- Ditulis secara lengkap dan sempurna.
- Bersifat objektif, global dan/atau universal.
- Objek yang akan dibicarakan/dibahas adalah objek tunggal.
- Ditulis berdasarkan fakta sesuai dengan pengamatan yang telah dilakukan.
- Informasi teks merupakan hasil penelitian terkini yang sudah terbukti kebenarannya.
- Tidak mengandung prasangka/dugaan/pemihakan yang menyimpang atau tidak tepat.
- Saling berkaitan dengan hubungan berjenjang antara kelas dan subkelas yang terdapat di dalamnya.
- Tidak adanya bagian penutup dari penulis. Penulis hanya melaporkan apa yang dilihat dan diketahuinya berdasarkan hasil analisis serta observasinya.
- Menitikberatkan pada pengelompokkan segala sesuatu ke dalam jenis-jenis dengan ciri atau keadaannya secara umum.
- Disajikan secara menarik, baik dalam hal kata, bahasa jelas, isinya berbobot maupun susunannya logis.
- Teks Laporan Hasil Observasi menggambarkan sesuatu secara umum dan sesuai fakta, tanpa adanya opini penulis.
- Teks deskripsi menggambarkan secara khusus (unik dan individual) dan menggunakan sudut pandang penulis.
v CIRI/KAIDAH KEBAHASAAN TEKS LAPORAN HASIL OBSERVASI
1.
Menggunakan
frasa nomina yang diikuti penjenis dan pendeskripsi.
2.
Menggunakan
verba relasional, seperti :
ialah, merupakan, adalah, yaitu, digolongkan, termasuk, meliputi, terdiri atas,
disebut, dan lain-lain (digunakan untuk menyatakan definisi pada istilah teknis
atau istilah yang digunakan secara khusus pada bidang tertentu).
3.
Menggunakan
verba aktif alam untuk
menjelaskan perilaku, seperti : bertelur, membuat, hidup, makan, tidur, dan
sebagainya.
4.
Menggunakan kata penghubung
yang menyatakan :
·
Tambahan : dan, serta
·
Perbedaan : berbeda dengan
·
Persamaan : sebagaimana, seperti halnya, demikian halnya, hal
demikian, sebagai, hal yang sama
·
Pertentangan : sedangkan, tetapi, namun, melainkan, sementara itu,
padahal berbanding terbalik
·
Pilihan : atau
5.
Menggunakan paragraf dengan kalimat
utama untuk menyusun informasi utama, diikuti rincian aspek yang hendak
dilaporkan dalam beberapa paragraf.
6.
Menggunakan
kata keilmuwan atau teknis, seperti :
herbivora, degeneratif, osteoporosis, mutualisme, parasitisme, pembuluh vena,
leukimia, syndrom, phobia, dan lain-lain.
v SIFAT TEKS LAPORAN HASIL OBSERVASI
1. Bersifat Informatif.
2. Bersifat Komunikatif.
3. Bersifat Objektif
v SYARAT/KRITERIA TEKS LAPORAN HASIL OBSERVASI YANG IDEAL, BAIK DAN BENAR
- Memiliki susunan struktur teks yang urut dan lengkap.
- Dalam struktur teks tidak memiliki kesimpulan/penutup.
- Di dalam teks tidak ada opini dari penulis.
- Teks menjelaskan sebuah informasi yang benar adanya (sesuai fakta).
v LANGKAH MEMPRODUKSI/MENYUSUN TEKS LAPORAN HASIL OBSERVASI
- Membuat judul laporan sesuai dengan pengamatan yang telah dilakukan.
- Membuat kerangka teks dengan menitikberatkan pembuatan gagasan utama sesuai dengan hasil pengamatan.
- Menyusun teks berdasarkan gagasan utama yang telah dibuat, diawali dengan paragraf pernyataan umum lalu ke bagian isi (anggota/aspek yang dilaporkan). Jadi, setelah membuat klasifikasi secara umum, langkah selanjutnya adalah menjabarkan klasifikasi tersebut berdasarkan hasil pengamatan (jika belum maksud, sobat bisa lihat contoh teks LHO di bawah)
- Meneliti kembali hasil penulisan teks, jika terdapat kalimat janggal atau terdapat kesalahan penulisan, segera perbaiki kembali.
TES
TERTULIS !
1.
Baca dan
analisislah teks laporan hasil observasi di bawah ini sesuai dengan contoh di
atas !
|
Sampah
Sampah
merupakan material sisa yang tidak diinginkan setelah berakhirnya suatu
proses. Sampah dapat bersumber dari alam, manusia, konsumsi, nuklir,
industri, dan pertambangan. Sampah di bumi akan terus bertambah selama masih
ada kegiatan yang dilakukan oleh baik alam maupun manusia. Sampah yang
dihasilkan di Indonesia mencapai 11.330 ton per hari. Sampah dapat dibedakan
berdasarkan sifat dan bentuknya. Berdasarkan sifatnya, sampah bibagi menjadi
dua, yaitu sampah organik dan anorganik. Sampah organik merupakan sampah yang
dapat diuraikan atau
degradable
Contoh sampah organik adalah sampah yang mudah membusuk seperti sisa makanan, sayuran, daun-daun kering, dan sebagainya. Sampah ini dapat diolah menjadi kompos. Sedangkan sampah anorganik merupakan sampah yang tidak mudah diuraikan atau undegradable Contoh sampah anorganik adalah sampah yang tidak mudah membusuk, seperti plastik, kayu, kaca, kaleng, dan sebagainya. Sampah anorganik didaur ulang oleh home industry untuk mengurangi jumlah sampah serta dijadikan sebagai peluang usaha. Berdasarkan bentuknya, sampah dapat dibedakan menjadi sampah padat, cair, alam, konsumsi, manusia dan radioaktif. Sampah padat adalah sampah yang berwujud padat. Sampah padat dapat berupa sampah rumah tangga: sampah dapur, kebun, plastik, metal, gelas dan lain-lain. Sampah organik dan anorganik termasuk sampah padat. Sampah ini dapat dibedakan berdasarkan kemampuan diurai oleh alam atau biodegrability menjadi sampah padat biodegradable (sampah yang dapat diuraikan oleh proses biologi) dan sampah padat non-biodegradable (tidak dapat diuraikan oleh suatu proses biologi. Sampah padat non-biodegradable ada dua jenis yaitu recyclable (dapat diolah kembali) dan non-recyclable (tidak dapat diolah kembali). Sampah Cair adalah bahan cairan yang telah digunakan dan tidak diperlukan lagi seperti limbah. Limbah adalah sampah cair yang dihasikan dari aktivitas industri. Limbah dapat dibagi menjadi dua yaitu limbah hitam dan limbah rumah tangga. Limbah hitan adalah sampah cair yang mengandung patogen berbahaya yang berasal dari toilet, sedangkan limbah rumah tangga adalah sampah cair yang dihasiklan dari dapur, kamar mandi, dan tempat cucian.
Sampah
alam merupakan sampah yang diproduksi oleh alam dan diuraikan melalui proses
daur ulang alami. Contoh dari sampah alam adalah daun kering di hutan yang
terurai menjadi tanah. Sampah manusia adalah istilah yang digunakan terhadap
hasil-hasil pencernaan manusia, seperti feses dan urin. Sampah manusia dapat
menimbulkan dampak negatif bagi kesehatan manusia karena dapat dikatakan
sebagai sarana perkembangan penyakit yang disebabkan oleh virus dan bakteri.
Sampah
konsumsi merupakan sampah yang dihasilkan oleh kegiatan konsumsi manusia dan
dibuang ke tempat sampah. Jumlah sampah konsumsi sampai sekarang tidak
melebihi jumlah sampah industri. Limbah radioaktif adalah sampah nuklir yang
merupakan hasil dari fusi nuklir dan fisi nuklir yang menghasilkan uranium
dan thorium. Limbah radioaktif berbahaya bagi lingkungan dan kehidupan
manusia karena menghasilkan radiasi yang berdampak buruk terhadap kesehatan
manusia. Oleh karena itu sampah nuklir disimpan ditempat-tempat yang tidak
berpotensi tinggi.
|
2.
Susunlah sebuah
laporan hasil observasi lengkap dengan strukturnya dengan tema “
LingkunganSekolah“
RENCANA
PELAKSANAAN PEMBELAJARAN
Sekolah
: SMK Islam
Nusantara Comal
Mata
Pelajaran : Bahasa Indonesia
Kelas/Semester
: X/1
Materi
Pokok : Teks Eksposisi
Alokasi
Waktu : 4 JP (4 x 45 Menit )
A.
Kompetensi
Dasar dan Indikator
|
KI 1
|
Menghayati dan mengamalkan ajaran
agama yang dianutnya
|
|
KI 2
|
Menunjukan
perilaku jujur,disiplin, tanggung jawab,peduli(gotong royong, kerja sama
toleran, damai), santun, responsif, dan pro-aktif sebagai bagian dari solusi
atas berbagai permasalahan dalam berinteraksi secara efektif dengan
lingkungan sosial dan alam serta menempatkan diri sebagai cerminan bangsa
dalam pergaulan dunia.
|
|
KI 3
|
Memahami,
menerapkan, menganalisis pengetahuan faktual, konseptual, prosedural
berdasarkan rasa ingin tahunya tentang ilmu pengetahuan,
teknologi,seni,budaya,dan humaniora dengan wawasan kemanusiaan,
kebangsaan,kenegaraan,dan peradaban terkait penyebab fenomena dan kejadian,
serta menerapkan pengetahuan prosedural pada bidang kajian yang spesifik
sesuai dengan bakat dan minatnya untuk memecahkan masalah.
|
|
KI 4
|
Mengolah,
menalar, dan menyaji dalam ranah konkret dan ranah abstrak terkait dengan
pengembangan dari yang dipelajarinya di sekolah secara mandiri, dan mandiri,
dan mampu menggunakan metoda sesuai dengan kaidah keilmuan.
|
B.
Kompetensi
Dasar dan Indikator
|
3.3
|
Menganalis struktur, isi(permasalahan
argumntasi, pengetahuan dan rekomendasi),kebahasaan teks eksposisi yang
didengar dan atau dibaca
|
3.3.1
3.3.2
3.3.3
|
Mengungkapkan isi informasi teks
eksposisi yang didengar
Mengidentifikasi tesis, argumen,dan
rekomendasi dalam eksposisi.
Membedakan antara fakta dan opini
dalam eksposisi.
|
|
4.3
|
Mengembangkan isi (permasalahan,
argumen, pengetahuan, dan rekomendasi) teks eksposisi secara lisan dan tulis
|
4.3.1
4.3.2
|
Melengkapi tesis dengan argumen yang
mendukung
Menyampaikan kembali gagasan dalam
teks eksposisi dengan bahasa yang berbeda.
|
|
3.4
|
Menganalisis struktur dan kebahasaan
teks eksposisi
|
3.4.1
3.4.2
|
Mengungkapkan struktur teks eksposisi.
Membandingkan dua teks eksposisi yang
berbeda.
|
|
4.4
|
Mengkonstruksi teks ekposisi dengan
memperhatikan isi (permasalahan, argumen, pengetahuan dan rekomendasi),
struktur dan kebahasaan
|
4.4.1
4.4.2
|
Menentukan gagasan pokok dan gagasan
penjelas dalam teks ekposisi.
Menyusun ulang gagasan dalam eksposisi
|
C. Tujuan
Pembelajaran
1. Siswa
mampu menginterpretasikan teks eksposisi.
2. Siswa
mampu mengembangkan isi teks eksposisi.
3. Siswa
mampu struktur dan kebahasaan teks eksposisi.
4. Siswa
mampu menyusun teks eksposisi.
D. Materi
Pembelajaran
Faktual
: Isi teks eksposisi
Konseptual
: teks eksposisi, struktur
kalimat, jenis kalimat
Prosedural
: langkah-langkah menyusun teks
eksposisi
E. Metode
Pembelajaran
1. Diskusi
2. Tanya
jawab
3. Penugasan
F.
Media Pembelajaran
1. Tayangan
pidato dengan tema tertentu
2. Contoh
teks eksposisi
3. Lap
top
4. In
focus
5. Lembar
kerja siswa
G.
Sumber
Belajar
1. Buku
Bahasa Indonesia Kelas X
2. Buku
rujukan (jenis laporan)
3. Buku
pengayaan (kaidah kebahasaan)
H. Langkah-langkah
Pembelajaran
|
Tahap
|
Langkah-langkah
Pembelajaran
|
Alokasi Waktu
|
|
Pendahuluan
|
1.
Siswa merespon salam dan pertanyaan dari guru
berhubungan dengan kondisi dan pembelajaran sebelumnya
2.
Guru memberi informasi tentang keterkaitan
pembelajaran sebelumnya dengan pembelajaran siswa yang akan dilaksanakan.
3.
Siswa menerima informasi kompetensi, materi,
tujuan, dan langkah-langkah pembelajaran yang akan dilaksanakan.
|
|
|
Inti
|
1.
Siswa membaca satu contoh teks dengan tema
“narkoba”
2.
Siswa dengan seksama mencatat informasi yang ada
dalam teks.
3.
Siswa menyampaikan informasi yang ada dalam teks.
4.
Siswa membaca teks eksposisi dengan penuh
perhatian.
5.
Siswa secara bersungguh-sungguh menganalisis teks
untuk menemukan fakta, opini dan rekomendasi yang disampaiakan penulis.
6.
Siswa menemukan gagasan utama dan gagasan penjelas
dalam sebuah teks eksposisi.
7.
Siswa mendata gagasan utama dan gagasan penjelas
yang telah mereka temukan.
8.
Siswa menyusun kerangka teks eksposisi dari
gagasan utama dan penjelas yang telah mereka temukan.
9.
Siswa mengembangkan kerangka tersebut dengan
menggunakan bahasa mereka sendiri.
10.
Siswa membandingkan dua teks eksposisi.
11.
Siswa menemukan perbedaan dari dua teks eksposisi
yang mereka baca.
12.
Siswa menyusun kerangka teks eksposisi
13.
Siswa menyusun teks eksposisi berdasarkan tema
tertentu.
14.
Siswa membacakan hasilnya sementara yang lain
memberikan penilaian.
|
|
|
Penutup
|
1.
Siswa bersama guru menyimpulkan pembelajaran
2.
Siswa melakukan refleksi terhadap kegiatan yang
sudah dilakukan
3.
Siswa dan guru merencanakan tindak lanjut
pembelajaran untuk pertemuan selanjutnya
|
|
I.
Penilaian
|
Indikator Pencapaian Kompetensi
|
Teknik Penilaian
|
Bentuk Penilaian
|
Instrumen
|
||
|
1.
Mengungkapkan isi informasi teks eksposisi yang
didengar
2.
Mengidentifikasi tesis, argumen,dan rekomendasi
dalam eksposisi.
3.
Membedakan antara fakta dan opini dalam eksposisi
4.
Melengkapi tesis dengan argumen yang mendukung
5.
Menyampaikan kembali gagasan dalam teks eksposisi
dengan bahasa yang berbeda.
6.
Mengungkapkan struktur teks eksposisi.
7.
Membandingkan dua teks eksposisi yang berbeda.
8.
Menentukan gagasan pokok dan gagasan penjelas
dalam teks ekposisi.
9.
Menyusun ulang gagasan dalam eksposisi
|
|
|
Pengetahuan :
1.
Apakah gagasan atau pendapat yang disampaikan
penulis dalam teks tersebut ?
2.
Argumen apa yang disampaikan oleh penulis untuk
mendukung pendapatnya?
3.
Apakah rekomendasi yang disampaikan oleh penulis?
4.
Apakah fakta dan opini dalam paragraf tersebut ?
Keterampilan:
1.
Buatlah ringkasan teks Upaya Melestarikan Lingkungan Hidup. Temukan gagasan pokok setiap
paragraf dalam teks tersebut. Kemudian susunlah ringkasan berdasarkan
gagasan-gagasan pokok tersebut.
2.
Presentasikanlah ringkasan yang telah kamu buat
dengan bahasamu sendiri di depan kelas !
3.
Analisislah struktur teks Upaya Melestarikan Lingkungan Hidup.
4.
Bandingkan struktur kebahasaan dari teks Pembangunan dan Bencana Lingkungan dan
Upaya Melestarikan Hidup.
5.
Buatlah sebuah teks eksposisi dengan tema
tertentu.
|
||
|
Rubrik
Penilaian :
Untuk Tes Pengetahuan
|
|||||
|
No.
Soal
|
Aspek yang
dinilai
|
Skor
|
|||
|
1.
|
Isi teks eksposisi lengkap
|
3
|
|||
|
Isi teks ekposisi kurang lengkap
|
2
|
||||
|
Isi teks eksposisi tidak lengkap
|
1
|
||||
|
Isi teks eksposisi salah
|
0
|
||||
|
Jumlah
skor
|
0 – 9
|
||||
|
2.
|
Argumen dalam teks eksposisi lengkap
|
3
|
|||
|
Argumen dalam teks eksposwisi kurang
lengkap
|
2
|
||||
|
Argumen dalam teks tidak lengkap
|
1
|
||||
|
Argumen dalam teks eksposisi salah
|
0
|
||||
|
Jumlah
skor
|
0 – 9
|
||||
|
3.
|
Rekomendasi dalam teks baik
|
3
|
|||
|
Rekomendasi dalam teks kuran baik
|
2
|
||||
|
Rekomendasi dalam teks tidak baik
|
1
|
||||
|
Rekomendasi dalam teks salah
|
0
|
||||
|
Jumlah
skor
|
0 – 9
|
||||
|
Nilai Akhir
Pengetahuan :
Skor perolehan
X
100
Skor Total
|
|||||
|
Rubrik Penilaian :
Untuk Tes Keterampilan
|
|||||
|
1.
|
Gagasan pokok sesuai dengan teks
eksposisi
|
0 - 5
|
|||
|
|
Ejaan dalam teks sesuai
|
0 – 5
|
|||
|
|
Konjungsi yang digunakan sesuai
|
0 – 5
|
|||
|
|
Tata bahasa yang diguanakan benar
|
0 – 5
|
|||
|
Jumlah
Skor
|
0 – 20
|
||||
|
2.
|
Kesesuaian isi
|
0 - 5
|
|||
|
|
Kalimat efektif
|
0 – 5
|
|||
|
|
Intonasi
|
0 – 5
|
|||
|
|
Nada dan volume suara
|
0 – 5
|
|||
|
Jumlah
Skor
|
0 – 20
|
||||
|
3.
|
Berisi tesis atau pernyataan pendapat
|
0 - 5
|
|||
|
|
Memenuhi unsur argumentasi
|
0 – 5
|
|||
|
|
Menyatakan rekomendasi
|
0 – 5
|
|||
|
|
Berisi fakta dan pendapat
|
0 – 5
|
|||
|
Jumlah
Skor
|
0 – 20
|
||||
|
4.
|
Kuantitas istilah yang ada dalam dua
teks yang dibandingkan
|
0 - 5
|
|||
|
|
Makna istilah
yang terdapat dalam dua teks yang diperbandingkan
|
0 – 5
|
|||
|
|
Identifikasi jenis kata
|
0 – 5
|
|||
|
|
Identifikasi kata sifat
|
0 – 5
|
|||
|
Jumlah
Skor
|
0 – 20
|
||||
|
5.
|
Kesesuaian isi
|
0 - 5
|
|||
|
|
Ejaan dan tanda baca
|
0 – 5
|
|||
|
|
Kalimat efektif
|
0 – 5
|
|||
|
|
Kohesi dan koherensi
|
0 – 5
|
|||
|
Jumlah
Skor
|
0 – 20
|
||||
|
Nilai Akhir
Pengetahuan :
Skor perolehan
X
100
Skor Total
|
|||||
Lampiran.
Materi Pembelajaran
TEKS EKSPOSISI
A.
Pengertian
Pengertian teks
eksposisi adalah sebuah paragraf atau karangan yang terkandung di dalamnya
sejumlah informasi yang mana isinya ditulis dengan tujuan untuk menjelaskan
atau memberikan pengertian dengan gaya penulisan yang singkat, padat dan
akurat.
B.
Ciri-ciri Teks
Eksposisi
1.
Gaya informasi yang mengajak
2.
Penyampaian teksnya secara lugas dan menggunakan
bahasa yang baku
3.
Menjelaskan informasi-informasi pengetahuan
4.
Tidak memihak berarti tidak memaksakan kemauan dari
penulis terhadap pembacanya
5.
Teks Eksposisi bersifat objektif dan netral
6.
Penjelasannya disertai data-data yang akurat
7.
Fakta digunakan sebagai alat konkritasi dan kontribusi
C.
Struktur Teks Eksposisi
1. Pernyataan pendapat (Tesis) :
Gagasan utama tentang salah satu permasalahan berdasarkan fakta.
2. Argumentasi : Penjelasan secara
mendalam tentang pernyataan pendapat dan pengungkapan fakta sebagai penjelasan
dari argumen si penulis.
3. Penegasan ulang pendapat : Salah
satu penguat dari pendapat serta argumen yang ditunjang oleh fakta.
Contoh :
Realita Hukum di Indonesia
Tesis:
Sebenarnya hukum di Indonesia sebagaimana yang telah diatur pada Undang-undang telah secara tegas mengatur hukuman berbagai pelaku tindak kejahatan. Namun, realitanya seringkali terjadi ketidakadilan hukum yang merugikan banyak orang. Hukum boleh saja tegas, namun menjadi tumpul di hadapan koruptor, itulah kenyataan saatini.
Argumentasi:
Bukan rahasia umum lagi bahwa para koruptor di Indonesia mendapatkan hukuman yang tingkatannya masih tergolong ringan, bahkan ada koruptor yang menerima fasilitas mewah padahal sudah merugikan bangsa. Seringkali kita menonton berita bahwa seorang maling dihajar masa hingga tewas. Namun, belum pernah ada koruptor
diIndonesiadikeroyokmasasampaitewas.
PenegasanUlang:
Hukum di Indonesia itu bisa dikatakan hanya tegas di hadapan rakyat kecil. Sebut saja kasus yang pernah menimpa Nenek Asyani. Kasusnya hanya karena diduga mencuri kayu, beliau terancam hukuman selama lima tahun penjara. Sungguh tidak adil memang jika dibandingkan dengan hukuman yang akan diterima koruptor.
Hukum di Indonesia itu bisa dikatakan hanya tegas di hadapan rakyat kecil. Sebut saja kasus yang pernah menimpa Nenek Asyani. Kasusnya hanya karena diduga mencuri kayu, beliau terancam hukuman selama lima tahun penjara. Sungguh tidak adil memang jika dibandingkan dengan hukuman yang akan diterima koruptor.
D.
Jenis-jenis Teks Eksposisi
1.
Eksposisi Definisi
Eksposisi
definisi adalah suatu paragraf eksposisi yang memaparkan definisi suatu topik
tertentu.
2.
Eksposisi Proses
Eksposisi proses adalah langkah-langkah atau cara-cara
untuk melakukan sesuatu dari awal hingga akhir.
3.
Eksposisi Ilustrasi
Eksposisi
ilustrasi adalah teks yang memaparkan informasi atau penjelasan-penjelasan
tertentu dengan caranya memberikan gambaran yang sederhana mengenai suatu topik
dengan topik lainnya yang memiliki kesamaan sifat atau kemiripan dalam hal-hal
tertentu.
4.
Eksposisi Laporan
Eksposisi
laporan adalah paragraf eksposisi yang mengemukakan laporan dari sebuah berita
atau penelitian tertentu.
5.
Eksposisi Perbandingan
Eksposisi perbandingan
adalah eksposisi yang gagasan utamanya disajikan dengan cara membandingkan
dengan yang lain.
6.
Eksposisi Pertentangan
Eksposisi
pertentangan adalah eksposisi ini berisi tentang hal pertentangan akan suatu
hal dengan hal lainnya.
E.
Unsur Kebahasaan Teks Eksposisi
Unsur
kebahasaan merupakan bagian-bagian yang membangun teks eksposisi. Unsur
kebahasaan yang ada pada teks eksposisi adalah pronomina, konjungsi dan kata
leksikal.
1.
Pronomina
Pronomina
adalah kata ganti orang yang dapat digunakan terutama pada saat pernyataan
pendapat pribadi diungkapkan. Pronomina dapat diklasifikasikan menjadi dua
macam :
|
1)
|
Pronomina
Persona (kata ganti orang) yaitu persona tunggal.
|
|
|
Contohnya
: Ia, Dia, Anda, Kamu, Aku, Saudara, -nya, -mu, -ku, si-. Dan pesona jamak contohnya seperti : Kita, Kami, Kalian,
Mereka, Hadirin, Para.
|
|
2)
|
Pronomina
Nonpersona (kata ganti bukan orang) yaitu pronomina penunjuk
|
|
|
contohnya
adalah : Ini, Itu, Sini, Situ, Sana. Dan pronomina penanya contohnya :
Apa, Mana,Siapa.
|
2.
Konjungsi
Konjungsi atau kata penghubung digunakan dalam teks eksposisi untuk memperkuat argumentasi. Berikut ini adalah jenis konjungsi yang dapat ditemukan pada teks eksposisi:
Konjungsi atau kata penghubung digunakan dalam teks eksposisi untuk memperkuat argumentasi. Berikut ini adalah jenis konjungsi yang dapat ditemukan pada teks eksposisi:
|
1
|
Konjungsi
waktu
|
:
|
sesudah,
setelah, lalu, sebelum, setelah itu, kemudian
|
|
2
|
Konjungsi
gabungan
|
:
|
serta,dan,dengan
|
|
3
|
Konjungsi pembatasan
|
:
|
asal,
kecuali, selain
|
|
4
|
Konjungsi
tujuan
|
:
|
untuk,
supaya, agar
|
|
5
|
Konjungsi persyaratan
|
:
|
jika,
jikalau, apabila, bila, asalkan, bilamana, apabila
|
|
6
|
Konjungsi
perincian
|
:
|
adalah,
yaitu, ialah, antara lain, yakni
|
|
7
|
Konjungsisebab-akibat
|
:
|
sehingga,
karena, sebab, akibat, akibatnya
|
|
8
|
Konjungsi
pertentangan
|
:
|
akan
tetapi, tetapi, namun, melainkan, sedangkan
|
|
9
|
Konjungsi
pilihan
|
:
|
atau
|
|
10
|
Konjungsi
penegasan
|
:
|
apalagi,
bahkan, hanya, lagi pula, itu pun
|
|
11
|
Konjungsi
penjelasan
|
:
|
bahwa
|
|
12
|
Konjungsiperbandingan
|
:
|
bagai,
seperti, serupa, ibarat
|
|
13
|
Konjungsipenyimpuln
|
:
|
oleh
sebab itu, oleh karena itu, jadi, dengan demikian.
|
3.
Kata leksikal
|
1.
|
Nomina
|
:
|
kata
yang mengacu pada benda, baik nyata ataupun abstrak.
|
|
2.
|
Verba
|
:
|
kata
yang mengandung makna dasar perbuatan, proses, atau keadaan yang bukan sifat
|
|
3.
|
Adjektiv
|
:
|
kata
yang dipakai untuk mengungkapkan sifat atau keadaan orang, benda, dan
binatang.
|
|
4.
|
Adverbia
|
:
|
kata
yang melengkapi atau memberikan informasi berupa keterangan tempat, waktu,
suasana, alat, cara dan lain-lain.
|
|
LATIHAN
1
|
Bacalah
teks Pembangunan dan Bencana Lingkungan berikut
ini kemudian kerjakan tugas-tugas di bawahnya.
Pembangunan dan Bencana Lingkungan
Bumi
saat ini sedang menghadapi berbagai masalah lingkungan yang serius. Enam
masalah lingkungan yang utama tersebut adalah ledakan jumlah penduduk,
penipisan sumber daya alam, perubahan iklim global, kepunahan tumbuhan dan
hewan, kerusakkan habitat alam, serta peningkatan polusi dan kemiskinan. Dari
hal itu dapat dibayangkan betapa besar kerusakan alam yang terjadi karena
jumlah populasi yang besar, konsumsi sumber daya alam dan polusi yang
meningkat, sedangkan teknologi saat ini belum dapat menyelesaikan permasalahan
tersebut.
Para
ahli menyimpulkan bahwa masalah tersebut disebabkan oleh praktik pembangunan
yang tidak memerhatikan kelestarian alam, atau disebut pembangunan yang tidak
berkelanjutan. Seharusnya, konsep pembangunan adalah memenuhi kebutuhan manusia
saat ini dengan mempertimbangkan kebutuhan generasi mendatang dalam memenuhi
kebutuhannya.
Penerapan
konsep pembangunan berkelanjutan pada saat ini ternyata jauh dari harapan.
Kesulitan penerapannya terutama terjadi di negara berkembang, salah satunya
Indonesia. Sebagai contoh, setiap tahun di negara kita diperkirakan terjadi
penebangan hutan seluas 3.180.243 ha (atau seluas 50 kali luas kota Jakarta).
Hal ini juga diikuti oleh punahnya flora dan fauna langka. Kenyataan ini sangat
jelas menggambarkan kehancuran alam yang terjadi saat ini yang diikuti bencana
bagi manusia.
Pada
tahun 2005 – 2006 tercatat, telah terjadi 330 bencana banjir, 69 bencana tanah
longsor, 7 bencana letusan gunung berapi, 241 gempa bumi, dan 13 bencana
tsunami. Bencana longsor dan bankir itu disebabkan oleh perusakkan hutan dan
pembangunan yang mengabaikan kondisi alam.
Bencana
alam lain yang menimbulkan jumlah korban banyak terjadi karena praktik
pembangunan yang dilakukan tanpa memperhatikan potensi bencana. Misalnya,
banjir yang terjadi di Jakarta pada Februari 2007, dapat dipahami sebagai
dampak pembangunan kota yang mengabaikan pelestarian lingkungan.
Menurut
tim ahli Pusat Penelitian dan Pengembangan Sumber Daya Air, penyebab utama
banjir di Jakarta ialah pembangunan kota yang mengabaikan fungsi daerah resapan
air dan tampungan air. Hal ini diperparah dengan saluran drainase kota yang
tidak terencana dan tidak terawat serta tumpukan sampah dan limbah di sungai.
Akhirnya, debit air hujan yang tinggi menyebabkan banjir yang tidak terelakkan.
Masalah
lingkungan di atas merupakan masalah serius yang harus segera diatasi. Meskipun
tidak mungkin mengatasi keenam masalah utama lingkungan tersebut, setidaknya
harus dicari solusi untuk mencegah bertambah buruknya kondisi bumi.
Jawablah
pertanyaan di bawah ini !
1. Apakah
gagasan atau pendapat yang disampaikan penulis dalam teks tersebut ?
2. Argumen
apa yang disampaikan oleh penulis untuk mendukung pendapatnya ?
3. Apakah
rekomendasi yang disampaikan penulis ?
4. Sebutkan
fakta dan opini yang adadalam bacaan tersebut !
|
LATIHAN 2
|
Bacalah teks berikut
ini !
Upaya Melestarikan Lingkungan Hidup
Permasalahan
seputar lingkungan hidup selalu terdengar mengemuka. Kejadian demi kejadian
yang dialami di dlam negeri telah memberi dampak yang sangat besar. Tidak
sedikit kerugian yang dialami,termasuk nyawa manusia. Namun, hal yang perlu
dipertanyakan, apakah pengalaman tersebut sudah menyadarkan manusia untuk
melihat kesalahan dalam dirinya? Ataukah manusia justru merasa lebih nyaman
dengan sikap menghindar dan menyelamatkan diri dengan tidak memberikan solusi yang
lebih baik dan lebih tepat lagi ?
Banyak
usaha yang seharusnya dilakukan oleh dalam upaya pelestarian lingkungan hidup.
Upaya yang dimaksud adalah upaya rekonsiliasi, perubahan konsep atau pemahaman
tentang alam atau pemahaman tentang alam, dan menanamkan budaya pelestari.
Upaya Rekonsiliasi
Kerusakkan
lingkungan hidup dan efeknya terus berlangsung dan terjadi. Manusia cenderung
untuk menangisi nasibnya. Lama-kelamaan tangisan terhadap nasib itu terlupakan
dan dianggap sebagai embusan angin yang berlalu. Bekas tangisan karena efek dari kerusakkan
lingkungan yang dialaminya hanya tinggal menjadi memori untuk dikisahkan.
Namun, perlu diingat bahwa tidaklah cukup jika manusia hanya sebatas menangisi
nasibnya, tetapi pada kenyataannya tidak pernah sadar bahwa semua kejadian
tersebut adalah hasil dari perilaku dan tindakkan yang patut diperbaiki dan
diubah.
Setiap
peristiwa dan kejadian alam yang diakibatkan oleh kerusakkan lingkungan hidup
suatu pertanda bahwa manusia mesti sadar dan berubah. Upaya rekonsiliasi menjadi
suatu sumbangan positif yang harus disadari. Tanpa sikap rekonsiliasi,
kejadian-kejadian alam sebagai akibat kerusakkan lingkungan hidup hanya akan
menjadi langganan yang terus menerus dialami.
Lalu,
usaha manusia untuk selalu menghindari diri dari akibat kerusakkan lingkungan
hidup tersebut hendaknya bukan sebagai suatu kenyamanan saja. Akan
tetapi,justru kesempatan itu menjadi titik tolak untuk memulai suatu perubahan.
Perubahan untuk dapat mencegah dan meminimalisasi efek yang lebih besar. Jadi,
sikap rekonsiliasi dari pihak manusia dapat menungkinkannya melakukan perubahan
demi kenyamanan di lingkungan hidupnya.
Perubahan Konsep atau Pemahaman
Manusia tentang Alam
Salah
satu akar permasalahan seputar kerusakan lingkungan hidup adalah terjadinya
pergeseran pemahaman manusia tentang alam. Berbagai fakta tentang kerusakan
lingkungan hidup yang terjadi di tanah air adalah hasil dari suatu pergeseran
pemahaman manusia tentang alam. Cara pandang tersebut melahirkan tindakan yang
salah dan membahayakan. Misalnya, konsep tentang alam sebagai objek. Konsep ini
memberikan indikasi bahwa manusia cenderung untuk mempergunakan alam seenaknya.
Tindakan dan perilaku manusia dalam mengeksplorasi alam terus terjadi tanpa
disertai suatu pertanggung jawaban bahwa
alam perlu dijaga keutuhan dan kelestariannya.
Binatang yang seharusnya dilindungi justru
menjadi korban perburuan manusia yang tidak bertanggung jawab. Pembalakan liar
yang terjadipun tidak dapat dibendung lagi. Pencemaran tanah dan air sudah
menjadi kebiasaan yang terus dilakukan. Polusi udara sudah tidak disadari bahwa
di dlamnya terdapat kandungan toksin yang membahayakan. Jadi, alam merupakan
objek yang terus menerus dieksploitasi dan diperguanakn oleh manusia.
Berdasarkan
kenyataan demikian, diperlukan suatu perubahan konsep baru. Konsep yang
dimaksud adalah melihat alam sebagai
subjek. Konsep alam sebagai subjek berarti manusia dalam mempergunakan alam
membutuhkan kesadaran dan rasa tanggung jawab. Di sini seharusnya manusia dalam
hidupnya dapat menghargai dan mempergunakan alam secara efektif dan bijaksana.
Misalnya, orang papua memahami alam sebagai ibu yang memberi kehidupan.
Artinya, alam dilihat sebagai ibu yang darinya manusia dapat memperoleh
kehidupan. Oleh karena itu, tindakan merusak lingkungan secara tidak langsung
telah merusak kehidupan itu sendiri.
Sumber :http://almaky.blogspot.com
dengan penyesuaian
|
Latihan
3
|
Perhatikan teks
diatas !
1. Temukan
fakta dan opini yang disampaikan penulis dalam eksposisidi atas dengan mengisi
tabel berikut ini. Kamu dapat menambahkan kolom sesuai dengan kebutuhan.
|
Tesis
|
Argumentasi
|
Rekomendasi
|
|
|
|
|
|
|
|
|
|
|
|
|
2. Rangkaikanlah
pendapat/tesis dan argumen yang kamu temukan dalam sebuah kalimat yang singkat
dan jelas.
3. Buatlah
ringkasan teks Upaya Melestarikan
Lingkungan Hidup di atas. Untuk memudahkan pekerjaanmu temukan gagasan
pokok setiap paragraf dalam teks tersebut dengan mengisi tabel berikut ini.
Kemudian susunlah ringkasan berdasarkan gagasan-gagasan pokok tersebut.
|
Gagasan Pokok
Paragraf
|
Ringkasan
|
|
|
|
|
|
|
|
|
|
|
LATIHAN
4
|
Datalah
istilah yang terdapat dalam teks Pembangunan
dan Bencana Lingkungan dan Upaya Melestarikan Lingkungan Hidup.
Kemudian, carilah maknanya dalam kamus Besar Bahasa Indonesia atau dalam kamus
istilah.
Judul
teks : Pembangunan dan Bencana Lingkungan
|
No
|
Istilah
|
Makna
|
|
1.
|
|
|
|
2.
|
|
|
|
3.
|
|
|
|
4.
|
|
|
|
5.
|
|
|
|
6.
|
|
|
|
7.
|
|
|
|
dst.
|
|
|
Judul
teks : Upaya Melestarikan Lingkungan
Hidup
|
No
|
Istilah
|
Makna
|
|
1
|
|
|
|
|
|
|
|
|
|
|
|
|
|
|
|
|
|
|
Temukan
makna adjektiva (kata sifat) dengan menggunakan KBBI. Isikan jawabanmu pada
kolom yang telah disediakan pada tabel berikut !
|
Adjektiva
|
Makna Leksikal/ Kamus
|
|
Serius
|
|
|
besar
|
|
|
punah
|
|
|
langka
|
|
|
banyak
|
|
|
utama
|
|
|
tinggi
|
|
|
buruk
|
|
|
LATIHAN
5
|
Pilihlah
salah satu diantara topik berikut sebagai gagasan pokok yang akan kamu
kembangkan ke dalam eksposisi.
1. Air
sungai bermanfaat bagi pengairan sawah dan ladang.
2. Sampah
yang dibuang ke sungai akan menyumbat aliran air sungai.
3. Pentingnya
pendidikan tentang pelestarian lingkungan hidup.
4. Penyebab
utama kerusakan alam adalah perilaku manusia
Komentar
Posting Komentar