Langsung ke konten utama

RPP BAHASA INDONESIA SMK KELAS X KURIKULUM 2013 EDISI REVISI 2017

Buat teman-teman yang butuh RPP kelas X SMK berikut kami sampekan contohnya semoga bermanfaat.



RENCANA PELAKSANAAN PEMBELAJARAN

Sekolah                       : SMK Islam Nusantara Comal
Mata Pelajaran            : Bahasa Indonesia
Kelas/Semester            : X/1
Materi Pokok              : Teks Laporan Hasil Observasi
Alokasi Waktu            : 4 JP (4 x 45 Menit )

A.      Kompetensi Inti (KI)
KI 1
Menghayati dan mengamalkan ajaran agama yang dianutnya

KI 2
Menunjukan perilaku jujur,disiplin, tanggung jawab,peduli(gotong royong, kerja sama toleran, damai), santun, responsif, dan pro-aktif sebagai bagian dari solusi atas berbagai permasalahan dalam berinteraksi secara efektif dengan lingkungan sosial dan alam serta menempatkan diri sebagai cerminan bangsa dalam pergaulan dunia.
KI 3
Memahami, menerapkan, menganalisis pengetahuan faktual, konseptual, prosedural berdasarkan rasa ingin tahunya tentang ilmu pengetahuan, teknologi,seni,budaya,dan humaniora dengan wawasan kemanusiaan, kebangsaan,kenegaraan,dan peradaban terkait penyebab fenomena dan kejadian, serta menerapkan pengetahuan prosedural pada bidang kajian yang spesifik sesuai dengan bakat dan minatnya untuk memecahkan masalah.
KI 4
Mengolah, menalar, dan menyaji dalam ranah konkret dan ranah abstrak terkait dengan pengembangan dari yang dipelajarinya di sekolah secara mandiri, dan mandiri, dan mampu menggunakan metoda sesuai dengan kaidah keilmuan.

B.       Kompetensi Dasar dan Indikator
3.1
Mengidentifikasi teks laporan hasil observasi dengan lisan ataupun tulis
3.1.1
Mengungkapkan isi informasi teks laporan hasil observasi yang didengar


3.1.2
Mengungkapkan fakta dari teks laporan hasil observasi yang didengar


3.1.3
Menyampaikan secara lisan isi teks laporan hasil observasi yang dibaca


3.1.4
Menanggapi informasi dalam teks laporan hasil observasi
4.1
Menginterpretasikan isi teks laporan hasil observasi berdasarkan interpretasi baik secara lisan ataupun tertulis
4.1.1
Menuliskan kerangka isi teks laporan hasil observasi yang dibaca


4.1.2
Mempresentasikan kerangka teks laporan hasil observasi yang telah dibuat
3.2
Menganalisis isi dan aspek kebahasaan dari minimal dua teks laporan hasil observasi
3.2.1
Menyebutkan perbedaan isi dan bagian-bagian teks laporan hasil observasi yang dibaca


3.2.2
Menuliskan ciri-ciri bahasa (kalimat deklaratif, ejaan, tanda baca, pilihan kata, kohesi dan koherensi teks laporan hasil observasi
4.2
Mengontruksi teks laporan hasil observasi dengan memerhatikan isi dan aspek kebahasaan
4.2.1
Menyusun kerangka teks laporan hasil observasi


4.2.2
Menyusun teks laporan hasil observasi berdasarkan pengamatan yang dilakukan


4.2.3
Menyajikan teks laporan hasil observasi yang disusun berdasarkan pengamatan dengan memperhatikan ejaan, tanda baca yang benar.

C.      Tujuan Pembelajaran
1.      Siswa dapat memahami dan mengidentifikasi berbagai variasi teks laporan hasil observasi.
2.      Siswa dapat menginterpretasi isi berbagai jenis teks laporan hasil observasi baik secara lisan maupun tulisan.
3.      Siswa dpat menganalisis perbedaan berbagai variasi teks laporan hasil observasi dan dapat mengkonstruksi teks laporan hasil observasi dengan memerhatikan isi dan aspek kebahasaan.
4.      Menggunakan kalimat santun dan efektif dalam mengkomunikasikan teks laporan hasil observasi.

D.      Materi Pembelajaran
Faktual
:
Isi laporan hasil observasi
Konseptual
:
Teks laporan hasil observasi, ciri-ciri laporan hasil observasi, struktur laporan hasil observasi, jenis kalimat, konjungsi
Prosedural
:
Langkah-langkah penyusunan teks laporan hasil penelitian

E.       Metode Pembelajaran
1.      Diskusi
2.      Tanya jawab
3.      Penugasan

F.       Media Pembelajaran
1.      Tayangan tentang teks laporan hasil observasi
2.      Contoh teks laporan hasil observasi
3.      Lap top
4.      In focus
5.      Lembar kerja siswa

G.      Sumber Belajar
1.      Buku Bahasa Indonesia Kelas X
2.      Buku rujukan (jenis laporan)
3.      Buku pengayaan (kaidah kebahasaan)
H.      Langkah- langkah Pembelajaran
Tahap
Langkah-langkah Pembelajaran
Alokasi Waktu
Pendahuluan
1.             Siswa merespon salam dan pertanyaan dari guru berhubungan dengan kondisi dan pembelajaran sebelumnya
2.             Guru memberi informasi tentang keterkaitan pembelajaran sebelumnya dengan pembelajaran siswa yang akan dilaksanakan.
3.             Siswa menerima informasi kompetensi, materi, tujuan, dan langkah-langkah pembelajaran yang akan dilaksanakan.
10 menit
Inti
1.             Siswa menyaksikan tayangan contoh atau model teks laporan hasil observasi
2.             Bersama kelompok, siswa mendiskusikan isi tayangan laporan hasil observasi.
3.             Siswa menjawabpertanyaan guru tentang hal-hal yang berkaitan dengan isi tayangan laporan hasil observasi.
4.             Siswa membuat peta konsep tentan penemuannya berdasarkan tayangan yang disaksikan.
5.             Siswa mempresentasikan peta konsep yang disusunnya dan yang lain menanggapinya.
6.             Siswa bersama-sama dengan guru menyimpulkan hasil temuan para siswa tentang laporan hasil observasi
7.             Siswa membaca contoh teks laporan hasil observasi
8.             Siswa membuat peta konsep tentang struktur dan isi laporan hasil observasi yang dibaca.
9.             Siswa menjelaskan peta konsep yang dibuatnya dalam tulisan.
10.         Siswa membacakan tulisanya dan siswa lain menanggapinya
11.         Siswa membaca dua contoh laporan hasil observasi
12.         Siswa menyebutkan penemuan perbedaan isi dari dua teks laporan hasil observasi yang dibandingkan.
13.         Siswa menyusun kerangka laporan hasil observasi.
14.         Seiawa mnyusun laporan hsil observasi berdasarkan pengamatan yang dilakukan di lingkungan sekolah.
15.         Siswa membacakan laporan hasil observasi, siswa lain menanggapi.
160 menit
Penutup
1.             Siswa bersama guru menyimpulkan pembelajaran
2.             Siswa melakukan refleksi terhadap kegiatan yang sudah dilakukan
3.             Siswa dan guru merencanakan tindak lanjut pembelajaran untuk pertemuan selanjutnya.
10 menit
I.         Penilaian

Indikator  Pencapaian Kompetensi
Teknik Penilaian
Bentuk Penilaian
Instrumen

1.    Mengungkapkan isi informasi teks laporan hasil observasi yang didengar.
2.    Mengungkapkan fakta dari teks laporan hasil observasi yang didengar
3.    Menuliskan kerangka isi teks laporan hasil observasi yang dibaca
4.    Mempresentasikan kerangka teks laporan hasil observasi yang telah dibuat
5.    Menyusun kerangka teks laporan hasil observasi
6.    Menyusun teks laporan hasil observasi berdasarkan pengamatan yang dilakukan
7.    Menyajikan teks laporan hasil observasi yang disusun berdasarkan pengamatan dengan memperhatikan ejaan, tanda baca yang benar.
Tes tertulis




Tes Praktik
Uraian





Uraian
Pengetahuan
1.    Jelaskan isi teks hasil observasi yang dibaca !
2.    Jelaskan struktur teks hasil observasi yang dibaca !
3.    Jelaskan fakta teks laporan hasil observasi yang dibaca !
4.    Susunlah kerangka teks laporan hasil observasi !

Keterampilan
1.      Susunlah kerangka teks laporan hasil observasi berdasarkan topik yang telah kalian pilih !
2.      Susunlah sebuah teks laporan hasil observasi berdasarkan pengamatan di lingkungan sekitar sekolah dengan memperhatikan tata tulis (ejaan) yang benar !
3.      Presntasikanlah teks laporan hasil observasi yang telah kalian susun !


Rubrik Penilaian :
1.      Untuk Tes Pengetahuan

No. Soal
Aspek yang dinilai
Skor

1
Isi teks laporan hasil observasi sangat lengkap
4

Isi teks laporan hasil observasi lengkap
3

Isi teks laporan hasil observasi kuranglengkap
2

Isi teks laporan hasil observasi tidak lengkap
1

Isi teks laporan hasil observasi salah
0

Jumlah Skor
0 - 16

2
Struktur teks laporan hasil observasi sangat lengkap
4

Struktur teks laporan hasil observasi  lengkap
3

Struktur teks laporan hasil observasi kurang lengkap
2

Struktur teks laporan hasil observasi tidak lengkap
1

Struktur teks laporan hasil observasi salah
0

Jumlah Skor
0 - 16

3
Fakta teks laporan hasil observasi sangat lengkap
4

Fakta teks laporan hasil observasi lengkap
3

Fakta teks laporan hasil observasi kurang lengkap
2

Fakta teks laporan hasil observasi tidak lengkap
1

Fakta teks laporan hasil observasi salah
0

Jumlah Skor
0 - 16

4
Kerangka teks laporan hasil observasi sangat lengkap
4

Kerangka teks laporan hasil observasi lengkap
3

Kerangka teks laporan hasil observasi kurang lengkap
2

Kerangka teks laporan hasil observasi tidak lengkap
1

Kerangka teks laporan hasil observasi salah
0

Jumlah Skor
0 – 16

             
             Nilai Akhir Pengetahuan :
Skor perolehan
                                          X 100
Skor Total


2.      Untuk tes keterampilan


No. Soal
Aspek yang dinilai
Skor

1
Kesesuaian isi
0 – 5

Ejaan dan tanda baca
0 – 5

Kalimat efektif
0 – 5

Kohesi dan koherensi
0 – 5

Jumlah Skor
0 – 20

2
Kesesuaian isi
0 – 5

Ejaan dan tanda baca
0 – 5

Kalimat efektif
0 – 5

Kohesi dan koherensi
0 – 5

Jumlah Skor
0 – 20

3
Kejelasan lafal
0 – 5


Ketepatan intonasi
0 – 5


Artikulasi
0 – 5


Volume suara
0 – 5

Jumlah skor
0 – 20



             Nilai Akhir Pengetahuan :
Skor perolehan
                                          X 100
Skor Total









                                                                                                    








Lampiran
Materi Pembelajaran
Teks Laporan hasil Observasi

Sekolah

Sekolah merupakan lingkungan baru bagi anak. Tempat bertemunya ratusan anak dari berbagai kalangan dan latar belakang yang berbeda, baik status sosial maupun agamanya. Di sekolah inilah anak akan terwarnai oleh berbagai corak pendidikan, kepribadian dan kebiasaan, yang dibawa masing-masing anak dari lingkungan dan kondisi rumah tangga yang berbeda.
Seorang pengajar adalah merupakan figur dan tokoh yang menjadi panutan anak-anak dalam mengambil semua nilai dan pemikiran memilah antara yang baik dengan yang buruk. Karena anak-anak memandang, guru adalah sosok yang disanjung, didengar, dan ditiru, sehingga pengaruh guru sangat besar terhadap kepribadian dan pemikiran anak. Oleh sebab itu, seorang pengajar harus membekali diri dengan ilmu dîn (agama) yang Shahîh sesuai dengan pemahaman Salafush-Shalih dan akhlak yang mulia, serta rasa sayang kepada anak didik.
McDonald mengemukakan sebagai berikut “Sekolah adalah lingkungan yang khusus untuk mengubah tingkah laku secara menetap dalam hubungan dengan seluruh perkembangan pribadinya sebagai masyarakat.”
Seorang pendidik sangat berpengaruh terhadap perkembangan kepribadian seorang anak. pendidik yang memberikan pandangan hidup yang keliru terhadap anak akan memberikan dampak atau pengaruh buruk terhadap perkembangan kepribadian anak tersebut.

v STRUKTUR TEKS LAPORAN HASIL OBSERVASI

1.        Pernyataan Umum/Klasifikasi 
Berisi tentang informasi/pengertian mengenai sesuatu yang dibahas atau hasil pengamatan yang telah dilakukan. Bagian ini dapat diartikan juga sebagai pembuka karangan secara umum dengan menjelaskan penggolongan/klasifikasi tentang objek yang hendak dilaporkan, seperti : benda, tumbuhan, lingkungan, organisme, hewan, fenomena sosial, fenomena alam, dan lain sebagainya.

Pada bagian ini objek akan diklasifikasi berdasarkan atas persamaan dan/atau perbedaannya. Kemudian kriteria tersebut digunakan untuk membedakan kelas, subkelas dan rincian yang lebih mendetail lagi.

Sekolah merupakan lingkungan baru bagi anak. Tempat bertemunya ratusan anak dari berbagai kalangan dan latar belakang yang berbeda, baik status sosial maupun agamanya. Di sekolah inilah anak akan terwarnai oleh berbagai corak pendidikan, kepribadian dan kebiasaan, yang dibawa masing-masing anak dari lingkungan dan kondisi rumah tangga yang berbeda.

2.        Paragraf yang terdiri dari anggota/aspek yang dilaporkan
Pada bagian ini, berisi penjelasan secara rinci mengenai informasi yang akan disampaikan berdasarkan hasil pengamatan. Pada bagian ini, akan diuraikan klasifikasi atau penggolongan secara runtut dari kelas yang besar hingga menjadi kelas yang kecil (subkelas). Misalnya penggolongan diikuti rincian dari aspek perilaku, genetik, lingkungan, fungsi, peran, fisik, atau kepribadiannya.

Seorang pengajar adalah merupakan figur dan tokoh yang menjadi panutan anak-anak dalam mengambil semua nilai dan pemikiran memilah antara yang baik dengan yang buruk. Karena anak-anak memandang, guru adalah sosok yang disanjung, didengar, dan ditiru, sehingga pengaruh guru sangat besar terhadap kepribadian dan pemikiran anak. Oleh sebab itu, seorang pengajar harus membekali diri dengan ilmu dîn (agama) yang Shahîh sesuai dengan pemahaman Salafush-Shalih dan akhlak yang mulia, serta rasa sayang kepada anak didik.

v CIRI-CIRI TEKS LAPORAN HASIL OBSERVASI

  1. Ditulis secara lengkap dan sempurna.
  2. Bersifat objektif, global dan/atau universal.
  3. Objek yang akan dibicarakan/dibahas adalah objek tunggal.
  4. Ditulis berdasarkan fakta sesuai dengan pengamatan yang telah dilakukan.
  5. Informasi teks merupakan hasil penelitian terkini yang sudah terbukti kebenarannya.
  6. Tidak mengandung prasangka/dugaan/pemihakan yang menyimpang atau tidak tepat.
  7. Saling berkaitan dengan hubungan berjenjang antara kelas dan subkelas yang terdapat di dalamnya.
  8. Tidak adanya bagian penutup dari penulis. Penulis hanya melaporkan apa yang dilihat dan diketahuinya berdasarkan hasil analisis serta observasinya.
  9. Menitikberatkan pada pengelompokkan segala sesuatu ke dalam jenis-jenis dengan ciri atau keadaannya secara umum.
  10. Disajikan secara menarik, baik dalam hal kata, bahasa jelas, isinya berbobot maupun susunannya logis.
  11. Teks Laporan Hasil Observasi menggambarkan sesuatu secara umum dan sesuai fakta, tanpa adanya opini penulis.
  12. Teks deskripsi menggambarkan secara khusus (unik dan individual) dan menggunakan sudut pandang penulis.

v CIRI/KAIDAH KEBAHASAAN TEKS LAPORAN HASIL OBSERVASI

1.      Menggunakan frasa nomina yang diikuti penjenis dan pendeskripsi.
2.      Menggunakan verba relasional, seperti : ialah, merupakan, adalah, yaitu, digolongkan, termasuk, meliputi, terdiri atas, disebut, dan lain-lain (digunakan untuk menyatakan definisi pada istilah teknis atau istilah yang digunakan secara khusus pada bidang tertentu).
3.      Menggunakan verba aktif alam untuk menjelaskan perilaku, seperti : bertelur, membuat, hidup, makan, tidur, dan sebagainya.
4.      Menggunakan kata penghubung yang menyatakan :
·         Tambahan : dan, serta
·         Perbedaan : berbeda dengan
·         Persamaan : sebagaimana, seperti halnya, demikian halnya, hal demikian, sebagai, hal yang sama
·         Pertentangan : sedangkan, tetapi, namun, melainkan, sementara itu, padahal berbanding terbalik
·         Pilihan : atau
5.      Menggunakan paragraf dengan kalimat utama untuk menyusun informasi utama, diikuti rincian aspek yang hendak dilaporkan dalam beberapa paragraf.
6.      Menggunakan kata keilmuwan atau teknis, seperti : herbivora, degeneratif, osteoporosis, mutualisme, parasitisme, pembuluh vena, leukimia, syndrom, phobia, dan lain-lain.

v SIFAT TEKS LAPORAN HASIL OBSERVASI

1.    Bersifat Informatif.

2.    Bersifat Komunikatif.

3.    Bersifat Objektif


v SYARAT/KRITERIA TEKS LAPORAN HASIL OBSERVASI YANG IDEAL, BAIK DAN BENAR

  • Memiliki susunan struktur teks yang urut dan lengkap.
  • Dalam struktur teks tidak memiliki kesimpulan/penutup.
  • Di dalam teks tidak ada opini dari penulis.
  • Teks menjelaskan sebuah informasi yang benar adanya (sesuai fakta).

v LANGKAH MEMPRODUKSI/MENYUSUN TEKS LAPORAN HASIL OBSERVASI

  1. Membuat judul laporan sesuai dengan pengamatan yang telah dilakukan.
  2. Membuat kerangka teks dengan menitikberatkan pembuatan gagasan utama sesuai dengan hasil pengamatan.
  3. Menyusun teks berdasarkan gagasan utama yang telah dibuat, diawali dengan paragraf pernyataan umum lalu ke bagian isi (anggota/aspek yang dilaporkan). Jadi, setelah membuat klasifikasi secara umum, langkah selanjutnya adalah menjabarkan klasifikasi tersebut berdasarkan hasil pengamatan (jika belum maksud, sobat bisa lihat contoh teks LHO di bawah)
  4. Meneliti kembali hasil penulisan teks, jika terdapat kalimat janggal atau terdapat kesalahan penulisan, segera perbaiki kembali.

TES TERTULIS !
1.    Baca dan analisislah teks laporan hasil observasi di bawah ini sesuai dengan contoh di atas !
Sampah

Sampah merupakan material sisa yang tidak diinginkan setelah berakhirnya suatu proses. Sampah dapat bersumber dari alam, manusia, konsumsi, nuklir, industri, dan pertambangan. Sampah di bumi akan terus bertambah selama masih ada kegiatan yang dilakukan oleh baik alam maupun manusia. Sampah yang dihasilkan di Indonesia mencapai 11.330 ton per hari. Sampah dapat dibedakan berdasarkan sifat dan bentuknya. Berdasarkan sifatnya, sampah bibagi menjadi dua, yaitu sampah organik dan anorganik. Sampah organik merupakan sampah yang dapat diuraikan atau
degradable

Contoh sampah organik adalah sampah yang mudah membusuk seperti sisa makanan, sayuran, daun-daun kering, dan sebagainya. Sampah ini dapat diolah menjadi kompos. Sedangkan sampah anorganik merupakan sampah yang tidak mudah diuraikan atau
undegradable

Contoh sampah anorganik adalah sampah yang tidak mudah membusuk, seperti plastik, kayu, kaca, kaleng, dan sebagainya. Sampah anorganik didaur ulang oleh home industry untuk mengurangi jumlah sampah serta dijadikan sebagai peluang usaha. Berdasarkan bentuknya, sampah dapat dibedakan menjadi sampah padat, cair, alam, konsumsi, manusia dan radioaktif.

Sampah padat adalah sampah yang berwujud padat. Sampah padat dapat berupa sampah rumah tangga: sampah dapur, kebun, plastik, metal, gelas dan lain-lain. Sampah organik dan anorganik termasuk sampah padat. Sampah ini dapat dibedakan berdasarkan kemampuan diurai oleh alam atau biodegrability menjadi sampah padat biodegradable (sampah yang dapat diuraikan oleh proses biologi) dan sampah padat non-biodegradable (tidak dapat diuraikan oleh suatu proses biologi. Sampah padat non-biodegradable ada dua jenis yaitu recyclable (dapat diolah kembali) dan non-recyclable (tidak dapat diolah kembali).

Sampah Cair adalah bahan cairan yang telah digunakan dan tidak diperlukan lagi seperti limbah. Limbah adalah sampah cair yang dihasikan dari aktivitas industri. Limbah dapat dibagi menjadi dua yaitu limbah hitam dan limbah rumah tangga. Limbah hitan adalah sampah cair yang mengandung patogen berbahaya yang berasal dari toilet, sedangkan limbah rumah tangga adalah sampah cair yang dihasiklan dari dapur, kamar mandi, dan tempat cucian.

Sampah alam merupakan sampah yang diproduksi oleh alam dan diuraikan melalui proses daur ulang alami. Contoh dari sampah alam adalah daun kering di hutan yang terurai menjadi tanah. Sampah manusia adalah istilah yang digunakan terhadap hasil-hasil pencernaan manusia, seperti feses dan urin. Sampah manusia dapat menimbulkan dampak negatif bagi kesehatan manusia karena dapat dikatakan sebagai sarana perkembangan penyakit yang disebabkan oleh virus dan bakteri.

Sampah konsumsi merupakan sampah yang dihasilkan oleh kegiatan konsumsi manusia dan dibuang ke tempat sampah. Jumlah sampah konsumsi sampai sekarang tidak melebihi jumlah sampah industri. Limbah radioaktif adalah sampah nuklir yang merupakan hasil dari fusi nuklir dan fisi nuklir yang menghasilkan uranium dan thorium. Limbah radioaktif berbahaya bagi lingkungan dan kehidupan manusia karena menghasilkan radiasi yang berdampak buruk terhadap kesehatan manusia. Oleh karena itu sampah nuklir disimpan ditempat-tempat yang tidak berpotensi tinggi.


2.    Susunlah sebuah laporan hasil observasi lengkap dengan strukturnya dengan tema “ LingkunganSekolah“






RENCANA PELAKSANAAN PEMBELAJARAN

Sekolah                       : SMK Islam Nusantara Comal
Mata Pelajaran            : Bahasa Indonesia
Kelas/Semester            : X/1
Materi Pokok              : Teks Eksposisi
Alokasi Waktu            : 4 JP (4 x 45 Menit )

A.      Kompetensi Dasar dan Indikator
KI 1
Menghayati dan mengamalkan ajaran agama yang dianutnya

KI 2
Menunjukan perilaku jujur,disiplin, tanggung jawab,peduli(gotong royong, kerja sama toleran, damai), santun, responsif, dan pro-aktif sebagai bagian dari solusi atas berbagai permasalahan dalam berinteraksi secara efektif dengan lingkungan sosial dan alam serta menempatkan diri sebagai cerminan bangsa dalam pergaulan dunia.
KI 3
Memahami, menerapkan, menganalisis pengetahuan faktual, konseptual, prosedural berdasarkan rasa ingin tahunya tentang ilmu pengetahuan, teknologi,seni,budaya,dan humaniora dengan wawasan kemanusiaan, kebangsaan,kenegaraan,dan peradaban terkait penyebab fenomena dan kejadian, serta menerapkan pengetahuan prosedural pada bidang kajian yang spesifik sesuai dengan bakat dan minatnya untuk memecahkan masalah.
KI 4
Mengolah, menalar, dan menyaji dalam ranah konkret dan ranah abstrak terkait dengan pengembangan dari yang dipelajarinya di sekolah secara mandiri, dan mandiri, dan mampu menggunakan metoda sesuai dengan kaidah keilmuan.

B.       Kompetensi Dasar dan Indikator
3.3
Menganalis struktur, isi(permasalahan argumntasi, pengetahuan dan rekomendasi),kebahasaan teks eksposisi yang didengar dan atau dibaca
3.3.1

3.3.2

3.3.3
Mengungkapkan isi informasi teks eksposisi yang didengar
Mengidentifikasi tesis, argumen,dan rekomendasi dalam eksposisi.
Membedakan antara fakta dan opini dalam eksposisi.
4.3
Mengembangkan isi (permasalahan, argumen, pengetahuan, dan rekomendasi) teks eksposisi secara lisan dan tulis
4.3.1

4.3.2
Melengkapi tesis dengan argumen yang mendukung
Menyampaikan kembali gagasan dalam teks eksposisi dengan bahasa yang berbeda.
3.4
Menganalisis struktur dan kebahasaan teks eksposisi
3.4.1
3.4.2
Mengungkapkan struktur teks eksposisi.
Membandingkan dua teks eksposisi yang berbeda.
4.4
Mengkonstruksi teks ekposisi dengan memperhatikan isi (permasalahan, argumen, pengetahuan dan rekomendasi), struktur dan kebahasaan
4.4.1

4.4.2
Menentukan gagasan pokok dan gagasan penjelas dalam teks ekposisi.
Menyusun ulang gagasan dalam eksposisi
C.       Tujuan Pembelajaran
1.      Siswa mampu menginterpretasikan teks eksposisi.
2.      Siswa mampu mengembangkan isi teks eksposisi.
3.      Siswa mampu struktur dan kebahasaan teks eksposisi.
4.      Siswa mampu menyusun teks eksposisi.

D.      Materi Pembelajaran
Faktual                 : Isi teks eksposisi
Konseptual           : teks eksposisi, struktur kalimat, jenis kalimat
Prosedural            : langkah-langkah menyusun teks eksposisi

E.       Metode Pembelajaran
1.      Diskusi
2.      Tanya jawab
3.      Penugasan

F.        Media Pembelajaran
1.      Tayangan pidato dengan tema tertentu
2.      Contoh teks eksposisi
3.      Lap top
4.      In focus
5.      Lembar kerja siswa

G.      Sumber Belajar
1.      Buku Bahasa Indonesia Kelas X
2.      Buku rujukan (jenis laporan)
3.      Buku pengayaan (kaidah kebahasaan)

H.      Langkah-langkah Pembelajaran
Tahap
Langkah-langkah Pembelajaran
Alokasi Waktu
Pendahuluan
1.             Siswa merespon salam dan pertanyaan dari guru berhubungan dengan kondisi dan pembelajaran sebelumnya
2.             Guru memberi informasi tentang keterkaitan pembelajaran sebelumnya dengan pembelajaran siswa yang akan dilaksanakan.
3.             Siswa menerima informasi kompetensi, materi, tujuan, dan langkah-langkah pembelajaran yang akan dilaksanakan.

Inti
1.              Siswa membaca satu contoh teks dengan tema “narkoba”
2.              Siswa dengan seksama mencatat informasi yang ada dalam teks.
3.              Siswa menyampaikan informasi yang ada dalam teks.
4.              Siswa membaca teks eksposisi dengan penuh perhatian.
5.              Siswa secara bersungguh-sungguh menganalisis teks untuk menemukan fakta, opini dan rekomendasi yang disampaiakan penulis.
6.              Siswa menemukan gagasan utama dan gagasan penjelas dalam sebuah teks eksposisi.
7.              Siswa mendata gagasan utama dan gagasan penjelas yang telah mereka temukan.
8.              Siswa menyusun kerangka teks eksposisi dari gagasan utama dan penjelas yang telah mereka temukan.
9.              Siswa mengembangkan kerangka tersebut dengan menggunakan bahasa mereka sendiri.
10.          Siswa membandingkan dua teks eksposisi.
11.          Siswa menemukan perbedaan dari dua teks eksposisi yang mereka baca.
12.          Siswa menyusun kerangka teks eksposisi
13.          Siswa menyusun teks eksposisi berdasarkan tema tertentu.
14.          Siswa membacakan hasilnya sementara yang lain memberikan penilaian.

Penutup
1.             Siswa bersama guru menyimpulkan pembelajaran
2.             Siswa melakukan refleksi terhadap kegiatan yang sudah dilakukan
3.             Siswa dan guru merencanakan tindak lanjut pembelajaran untuk pertemuan selanjutnya



I.         Penilaian
Indikator  Pencapaian Kompetensi
Teknik Penilaian
Bentuk Penilaian
Instrumen
1.    Mengungkapkan isi informasi teks eksposisi yang didengar
2.    Mengidentifikasi tesis, argumen,dan rekomendasi dalam eksposisi.
3.    Membedakan antara fakta dan opini dalam eksposisi
4.    Melengkapi tesis dengan argumen yang mendukung
5.    Menyampaikan kembali gagasan dalam teks eksposisi dengan bahasa yang berbeda.
6.    Mengungkapkan struktur teks eksposisi.
7.    Membandingkan dua teks eksposisi yang berbeda.
8.    Menentukan gagasan pokok dan gagasan penjelas dalam teks ekposisi.
9.    Menyusun ulang gagasan dalam eksposisi


Pengetahuan :
1.    Apakah gagasan atau pendapat yang disampaikan penulis dalam teks tersebut ?
2.    Argumen apa yang disampaikan oleh penulis untuk mendukung pendapatnya?
3.    Apakah rekomendasi yang disampaikan oleh penulis?
4.    Apakah fakta dan opini dalam paragraf tersebut ?

Keterampilan:
1.    Buatlah ringkasan teks Upaya Melestarikan Lingkungan Hidup. Temukan gagasan pokok setiap paragraf dalam teks tersebut. Kemudian susunlah ringkasan berdasarkan gagasan-gagasan pokok tersebut.
2.    Presentasikanlah ringkasan yang telah kamu buat dengan bahasamu sendiri di depan kelas !
3.    Analisislah struktur teks Upaya Melestarikan Lingkungan Hidup.
4.    Bandingkan struktur kebahasaan dari teks Pembangunan dan Bencana Lingkungan dan Upaya Melestarikan Hidup.
5.    Buatlah sebuah teks eksposisi dengan tema tertentu.
Rubrik Penilaian :
Untuk Tes Pengetahuan

No. Soal
Aspek yang dinilai
Skor
1.
Isi teks eksposisi lengkap
3
Isi teks ekposisi kurang lengkap
2
Isi teks eksposisi tidak lengkap
1
Isi teks eksposisi salah
0
Jumlah skor
0 – 9
2.
Argumen dalam teks eksposisi lengkap
3
Argumen dalam teks eksposwisi kurang lengkap
2
Argumen dalam teks tidak lengkap
1
Argumen dalam teks eksposisi salah
0
Jumlah skor
0 – 9
3.
Rekomendasi dalam teks baik
3
Rekomendasi dalam teks kuran baik
2
Rekomendasi dalam teks tidak baik
1
Rekomendasi dalam teks salah
0
Jumlah skor
0 – 9
Nilai Akhir Pengetahuan :
Skor perolehan
                                          X 100
Skor Total
Rubrik Penilaian :
Untuk Tes Keterampilan
1.
Gagasan pokok sesuai dengan teks eksposisi
0 - 5

Ejaan dalam teks sesuai
0 – 5

Konjungsi yang digunakan sesuai
0 – 5

Tata bahasa yang diguanakan benar
0 – 5
Jumlah Skor
0 – 20
2.
Kesesuaian isi
0 - 5

Kalimat efektif
0 – 5

Intonasi
0 – 5

Nada dan volume suara
0 – 5
Jumlah Skor
0 – 20
3.
Berisi tesis atau pernyataan pendapat
0 - 5

Memenuhi unsur argumentasi
0 – 5

Menyatakan rekomendasi
0 – 5

Berisi fakta dan pendapat
0 – 5
Jumlah Skor
0 – 20
4.
Kuantitas istilah yang ada dalam dua teks yang dibandingkan
0 - 5

Makna istilah yang terdapat dalam dua teks yang diperbandingkan
0 – 5

Identifikasi jenis kata
0 – 5

Identifikasi kata sifat
0 – 5
Jumlah Skor
0 – 20
5.
Kesesuaian isi
0 - 5

Ejaan dan tanda baca
0 – 5

Kalimat efektif
0 – 5

Kohesi dan koherensi
0 – 5
Jumlah Skor
0 – 20
Nilai Akhir Pengetahuan :
Skor perolehan
                                          X 100
Skor Total









Lampiran.
Materi Pembelajaran

TEKS EKSPOSISI
A.      Pengertian
Pengertian teks eksposisi adalah sebuah paragraf atau karangan yang terkandung di dalamnya sejumlah informasi yang mana isinya ditulis dengan tujuan untuk menjelaskan atau memberikan pengertian dengan gaya penulisan yang singkat, padat dan akurat.

B.       Ciri-ciri Teks Eksposisi
1.    Gaya informasi yang mengajak
2.    Penyampaian teksnya secara lugas dan menggunakan bahasa yang baku
3.    Menjelaskan informasi-informasi pengetahuan
4.    Tidak memihak berarti tidak memaksakan kemauan dari penulis terhadap pembacanya
5.    Teks Eksposisi bersifat objektif dan netral
6.    Penjelasannya disertai data-data yang akurat
7.    Fakta digunakan sebagai alat konkritasi dan kontribusi

C.      Struktur Teks Eksposisi
1.    Pernyataan pendapat (Tesis) : Gagasan utama tentang salah satu permasalahan berdasarkan fakta.
2.    Argumentasi : Penjelasan secara mendalam tentang pernyataan pendapat dan pengungkapan fakta sebagai penjelasan dari argumen si penulis.
3.    Penegasan ulang pendapat : Salah satu penguat dari pendapat serta argumen yang ditunjang oleh fakta.

Contoh :
Realita Hukum di Indonesia 


Tesis:
Sebenarnya hukum di Indonesia sebagaimana yang telah diatur pada Undang-undang telah secara tegas mengatur hukuman berbagai pelaku tindak kejahatan. Namun, realitanya seringkali terjadi ketidakadilan hukum yang merugikan banyak orang. Hukum boleh saja tegas, namun menjadi tumpul di hadapan koruptor, itulah kenyataan saatini.

Argumentasi:
Bukan rahasia umum lagi bahwa para koruptor di Indonesia mendapatkan hukuman yang tingkatannya masih tergolong ringan, bahkan ada koruptor yang menerima fasilitas mewah padahal sudah merugikan bangsa. Seringkali kita menonton berita bahwa seorang maling dihajar masa hingga tewas. Namun, belum pernah ada koruptor
     diIndonesiadikeroyokmasasampaitewas.


PenegasanUlang:
Hukum di Indonesia itu bisa dikatakan hanya tegas di hadapan rakyat kecil. Sebut saja kasus yang pernah menimpa Nenek Asyani. Kasusnya hanya karena diduga mencuri kayu, beliau terancam hukuman selama lima tahun penjara. Sungguh tidak adil memang jika dibandingkan dengan hukuman yang akan diterima koruptor.

D.      Jenis-jenis Teks Eksposisi
1.    Eksposisi Definisi
Eksposisi definisi adalah suatu paragraf eksposisi yang memaparkan definisi suatu topik tertentu.
2.    Eksposisi Proses 
Eksposisi proses adalah langkah-langkah atau cara-cara untuk melakukan sesuatu dari awal hingga akhir.
3.    Eksposisi Ilustrasi
Eksposisi ilustrasi adalah teks yang memaparkan informasi atau penjelasan-penjelasan tertentu dengan caranya memberikan gambaran yang sederhana mengenai suatu topik dengan topik lainnya yang memiliki kesamaan sifat atau kemiripan dalam hal-hal tertentu.
4.    Eksposisi Laporan
Eksposisi laporan adalah paragraf eksposisi yang mengemukakan laporan dari sebuah berita atau penelitian tertentu.
5.    Eksposisi Perbandingan
Eksposisi perbandingan adalah eksposisi yang gagasan utamanya disajikan dengan cara membandingkan dengan yang lain.
6.    Eksposisi Pertentangan
Eksposisi pertentangan adalah eksposisi ini berisi tentang hal pertentangan akan suatu hal dengan hal lainnya.

E.       Unsur Kebahasaan Teks Eksposisi
Unsur kebahasaan merupakan bagian-bagian yang membangun teks eksposisi. Unsur kebahasaan yang ada pada teks eksposisi adalah pronomina, konjungsi dan kata leksikal.

1.    Pronomina 
Pronomina adalah kata ganti orang yang dapat digunakan terutama pada saat pernyataan pendapat pribadi diungkapkan. Pronomina dapat diklasifikasikan menjadi dua macam :
1)
Pronomina Persona (kata ganti orang) yaitu persona tunggal.

Contohnya : Ia, Dia, Anda, Kamu, Aku, Saudara, -nya, -mu, -ku, si-. Dan pesona           jamak  contohnya seperti : Kita, Kami, Kalian, Mereka, Hadirin, Para.
2)
Pronomina Nonpersona (kata ganti bukan orang) yaitu pronomina penunjuk

contohnya adalah : Ini, Itu, Sini, Situ, Sana. Dan pronomina penanya contohnya : Apa, Mana,Siapa.
2.    Konjungsi
Konjungsi atau kata penghubung digunakan dalam teks eksposisi untuk memperkuat argumentasi. Berikut ini adalah jenis konjungsi yang dapat ditemukan pada teks eksposisi:
1
Konjungsi waktu
:
sesudah, setelah, lalu, sebelum, setelah itu, kemudian
2
Konjungsi gabungan
:
serta,dan,dengan
3
Konjungsi pembatasan
:
asal, kecuali, selain
4
Konjungsi tujuan
:
untuk, supaya, agar
5
Konjungsi persyaratan
:
jika, jikalau, apabila, bila, asalkan, bilamana, apabila
6
Konjungsi perincian
:
adalah, yaitu, ialah, antara lain, yakni
7
Konjungsisebab-akibat
:
sehingga, karena, sebab, akibat, akibatnya
8
Konjungsi pertentangan
:
akan tetapi, tetapi, namun, melainkan, sedangkan
9
Konjungsi pilihan
:
atau
10
Konjungsi penegasan
:
apalagi, bahkan, hanya, lagi pula, itu pun
11
Konjungsi penjelasan
:
bahwa
12
Konjungsiperbandingan
:
bagai, seperti, serupa, ibarat
13
Konjungsipenyimpuln
:
oleh sebab itu, oleh karena itu, jadi, dengan demikian.

3.    Kata leksikal
1.
Nomina
:
kata yang mengacu pada benda, baik nyata ataupun abstrak.
2.
Verba
:
kata yang mengandung makna dasar perbuatan, proses, atau keadaan yang bukan sifat
3.
Adjektiv
:
kata yang dipakai untuk mengungkapkan sifat atau keadaan orang, benda, dan binatang.
4.
Adverbia
:
kata yang melengkapi atau memberikan informasi berupa keterangan tempat, waktu, suasana, alat, cara dan lain-lain.
LATIHAN 1


Bacalah teks Pembangunan dan Bencana Lingkungan berikut ini kemudian kerjakan tugas-tugas di bawahnya.
Pembangunan dan Bencana Lingkungan
Bumi saat ini sedang menghadapi berbagai masalah lingkungan yang serius. Enam masalah lingkungan yang utama tersebut adalah ledakan jumlah penduduk, penipisan sumber daya alam, perubahan iklim global, kepunahan tumbuhan dan hewan, kerusakkan habitat alam, serta peningkatan polusi dan kemiskinan. Dari hal itu dapat dibayangkan betapa besar kerusakan alam yang terjadi karena jumlah populasi yang besar, konsumsi sumber daya alam dan polusi yang meningkat, sedangkan teknologi saat ini belum dapat menyelesaikan permasalahan tersebut.
Para ahli menyimpulkan bahwa masalah tersebut disebabkan oleh praktik pembangunan yang tidak memerhatikan kelestarian alam, atau disebut pembangunan yang tidak berkelanjutan. Seharusnya, konsep pembangunan adalah memenuhi kebutuhan manusia saat ini dengan mempertimbangkan kebutuhan generasi mendatang dalam memenuhi kebutuhannya.
Penerapan konsep pembangunan berkelanjutan pada saat ini ternyata jauh dari harapan. Kesulitan penerapannya terutama terjadi di negara berkembang, salah satunya Indonesia. Sebagai contoh, setiap tahun di negara kita diperkirakan terjadi penebangan hutan seluas 3.180.243 ha (atau seluas 50 kali luas kota Jakarta). Hal ini juga diikuti oleh punahnya flora dan fauna langka. Kenyataan ini sangat jelas menggambarkan kehancuran alam yang terjadi saat ini yang diikuti bencana bagi manusia.
Pada tahun 2005 – 2006 tercatat, telah terjadi 330 bencana banjir, 69 bencana tanah longsor, 7 bencana letusan gunung berapi, 241 gempa bumi, dan 13 bencana tsunami. Bencana longsor dan bankir itu disebabkan oleh perusakkan hutan dan pembangunan yang mengabaikan kondisi alam.
Bencana alam lain yang menimbulkan jumlah korban banyak terjadi karena praktik pembangunan yang dilakukan tanpa memperhatikan potensi bencana. Misalnya, banjir yang terjadi di Jakarta pada Februari 2007, dapat dipahami sebagai dampak pembangunan kota yang mengabaikan pelestarian lingkungan.
Menurut tim ahli Pusat Penelitian dan Pengembangan Sumber Daya Air, penyebab utama banjir di Jakarta ialah pembangunan kota yang mengabaikan fungsi daerah resapan air dan tampungan air. Hal ini diperparah dengan saluran drainase kota yang tidak terencana dan tidak terawat serta tumpukan sampah dan limbah di sungai. Akhirnya, debit air hujan yang tinggi menyebabkan banjir yang tidak terelakkan.
Masalah lingkungan di atas merupakan masalah serius yang harus segera diatasi. Meskipun tidak mungkin mengatasi keenam masalah utama lingkungan tersebut, setidaknya harus dicari solusi untuk mencegah bertambah buruknya kondisi bumi.
       Sumber: www.buletinpilar.com dengan penyesuaian

Jawablah pertanyaan di bawah ini !
1.      Apakah gagasan atau pendapat yang disampaikan penulis dalam teks tersebut ?
2.      Argumen apa yang disampaikan oleh penulis untuk mendukung pendapatnya ?
3.      Apakah rekomendasi yang disampaikan penulis ?
4.      Sebutkan fakta dan opini yang adadalam bacaan tersebut !

LATIHAN 2
 



Bacalah teks berikut ini !
Upaya Melestarikan Lingkungan Hidup
Permasalahan seputar lingkungan hidup selalu terdengar mengemuka. Kejadian demi kejadian yang dialami di dlam negeri telah memberi dampak yang sangat besar. Tidak sedikit kerugian yang dialami,termasuk nyawa manusia. Namun, hal yang perlu dipertanyakan, apakah pengalaman tersebut sudah menyadarkan manusia untuk melihat kesalahan dalam dirinya? Ataukah manusia justru merasa lebih nyaman dengan sikap menghindar dan menyelamatkan diri dengan tidak memberikan solusi yang lebih baik dan lebih tepat lagi ?
Banyak usaha yang seharusnya dilakukan oleh dalam upaya pelestarian lingkungan hidup. Upaya yang dimaksud adalah upaya rekonsiliasi, perubahan konsep atau pemahaman tentang alam atau pemahaman tentang alam, dan menanamkan budaya pelestari.

Upaya  Rekonsiliasi
Kerusakkan lingkungan hidup dan efeknya terus berlangsung dan terjadi. Manusia cenderung untuk menangisi nasibnya. Lama-kelamaan tangisan terhadap nasib itu terlupakan dan dianggap sebagai embusan angin yang berlalu.  Bekas tangisan karena efek dari kerusakkan lingkungan yang dialaminya hanya tinggal menjadi memori untuk dikisahkan. Namun, perlu diingat bahwa tidaklah cukup jika manusia hanya sebatas menangisi nasibnya, tetapi pada kenyataannya tidak pernah sadar bahwa semua kejadian tersebut adalah hasil dari perilaku dan tindakkan yang patut diperbaiki dan diubah.
Setiap peristiwa dan kejadian alam yang diakibatkan oleh kerusakkan lingkungan hidup suatu pertanda bahwa manusia mesti sadar dan berubah. Upaya rekonsiliasi menjadi suatu sumbangan positif yang harus disadari. Tanpa sikap rekonsiliasi, kejadian-kejadian alam sebagai akibat kerusakkan lingkungan hidup hanya akan menjadi langganan yang terus menerus dialami.
Lalu, usaha manusia untuk selalu menghindari diri dari akibat kerusakkan lingkungan hidup tersebut hendaknya bukan sebagai suatu kenyamanan saja. Akan tetapi,justru kesempatan itu menjadi titik tolak untuk memulai suatu perubahan. Perubahan untuk dapat mencegah dan meminimalisasi efek yang lebih besar. Jadi, sikap rekonsiliasi dari pihak manusia dapat menungkinkannya melakukan perubahan demi kenyamanan di lingkungan hidupnya.

Perubahan Konsep atau Pemahaman Manusia tentang Alam
Salah satu akar permasalahan seputar kerusakan lingkungan hidup adalah terjadinya pergeseran pemahaman manusia tentang alam. Berbagai fakta tentang kerusakan lingkungan hidup yang terjadi di tanah air adalah hasil dari suatu pergeseran pemahaman manusia tentang alam. Cara pandang tersebut melahirkan tindakan yang salah dan membahayakan. Misalnya, konsep tentang alam sebagai objek. Konsep ini memberikan indikasi bahwa manusia cenderung untuk mempergunakan alam seenaknya. Tindakan dan perilaku manusia dalam mengeksplorasi alam terus terjadi tanpa disertai suatu pertanggung jawaban  bahwa alam perlu dijaga keutuhan dan kelestariannya.
 Binatang yang seharusnya dilindungi justru menjadi korban perburuan manusia yang tidak bertanggung jawab. Pembalakan liar yang terjadipun tidak dapat dibendung lagi. Pencemaran tanah dan air sudah menjadi kebiasaan yang terus dilakukan. Polusi udara sudah tidak disadari bahwa di dlamnya terdapat kandungan toksin yang membahayakan. Jadi, alam merupakan objek yang terus menerus dieksploitasi dan diperguanakn oleh manusia.
Berdasarkan kenyataan demikian, diperlukan suatu perubahan konsep baru. Konsep yang dimaksud  adalah melihat alam sebagai subjek. Konsep alam sebagai subjek berarti manusia dalam mempergunakan alam membutuhkan kesadaran dan rasa tanggung jawab. Di sini seharusnya manusia dalam hidupnya dapat menghargai dan mempergunakan alam secara efektif dan bijaksana. Misalnya, orang papua memahami alam sebagai ibu yang memberi kehidupan. Artinya, alam dilihat sebagai ibu yang darinya manusia dapat memperoleh kehidupan. Oleh karena itu, tindakan merusak lingkungan secara tidak langsung telah merusak kehidupan itu sendiri.
             Sumber :http://almaky.blogspot.com dengan penyesuaian
Latihan 3
 



Perhatikan teks  diatas !
1.      Temukan fakta dan opini yang disampaikan penulis dalam eksposisidi atas dengan mengisi tabel berikut ini. Kamu dapat menambahkan kolom sesuai dengan kebutuhan.
Tesis

Argumentasi

Rekomendasi












2.      Rangkaikanlah pendapat/tesis dan argumen yang kamu temukan dalam sebuah kalimat yang singkat dan jelas.
3.      Buatlah ringkasan teks Upaya Melestarikan Lingkungan Hidup di atas. Untuk memudahkan pekerjaanmu temukan gagasan pokok setiap paragraf dalam teks tersebut dengan mengisi tabel berikut ini. Kemudian susunlah ringkasan berdasarkan gagasan-gagasan pokok tersebut.
Gagasan Pokok Paragraf

Ringkasan















LATIHAN 4
 


Datalah istilah yang terdapat dalam teks Pembangunan dan Bencana Lingkungan  dan Upaya Melestarikan Lingkungan Hidup. Kemudian, carilah maknanya dalam kamus Besar Bahasa Indonesia atau dalam kamus istilah.

Judul teks : Pembangunan dan Bencana Lingkungan

No

Istilah
Makna
1.



2.



3.



4.



5.



6.



7.



dst.






Judul teks : Upaya Melestarikan Lingkungan Hidup

No

Istilah
Makna
1




















Temukan makna adjektiva (kata sifat) dengan menggunakan KBBI. Isikan jawabanmu pada kolom yang telah disediakan pada tabel berikut !
Adjektiva

Makna Leksikal/ Kamus

Serius


besar



punah


langka


banyak


utama



tinggi


buruk



LATIHAN 5
 



Pilihlah salah satu diantara topik berikut sebagai gagasan pokok yang akan kamu kembangkan ke dalam eksposisi.
1.      Air sungai bermanfaat bagi pengairan sawah dan ladang.
2.      Sampah yang dibuang ke sungai akan menyumbat aliran air sungai.
3.      Pentingnya pendidikan tentang pelestarian lingkungan hidup.
4.      Penyebab utama kerusakan alam adalah perilaku manusia
 




Komentar